Gue Bangetz!
I like tulip and butterfly. Chocolate candy makes my life brighter. Want you to treat me like I'm a queen bee.I can be sweet and very infantile.I also can be viciously unkind. Just remember that I can be strong and tender.
Baca Dooong
Archives
Fans Silahkan Isi


Name
Email
URI
Msg

Narcism

  • Life is not about chances, but choices. And destiny not to be waited, but achieved (Winston Churcil)
  • Well behave women never make history
Image Hosted By
Links
Designed-By

Visit Me Klik It
Credite
15n41n1
 
Wednesday, August 23, 2006
Si Jablai
Duduk dimeja makan dengan kaki nangkring sebelah diatas kursi-sebelahnya lagi terjuntai santai, jari-jari tangan menggendang-gendang meja seirama dengan mulut yang nyanyi sember lagu dangdut Si Jablai (...lai..lai..lai...panggil aku Si Jablai. Abang jarang pulang, aku jarang dibelai...srrrr.....) Jam 9 malem dengan perut kenyang, mood gue lagi bagus. Si Jablai tiba-tiba lenyap bersamaan dengan kalimat yang sudah berkali-kali didengungkan nyokap beberapa tahun terakhir ini "Kapan kamu nikah?" Hah?! gue bengong sesaat sambil menjulingkan mata. Pertanyaan sekaligus berupa peringatan yang sama dasyatnya dengan ledakan C4 ini masih berlanjut "Inget lho, tahun depan kamu udah 30 tahun. Kapan mau punya anak?"

Berhubung sisa-sisa euphoria semalem masih terendap dialiran darah, gue gak segera membalas ambush tersebut, malah ketawa cekikikan. "Mau kawin ama siapa?" tanya gue dengan nada setengah ngeledek. Sesaat pertanyaan dan pernyataan reguler tersebut mengendap diantara suara ngakak gue yang asik ngebaca SMS-SMS dari si Bleguk Siah. Dengan muka setengah merah padam karena ketawa cekakakan, gue ngebuka front lagi karena tau nyokap pasti lagi senewen ngeliat kelakuan gue yang seperti nganggep "permasalahan" ini paling hebat hanya sebagai sarcastic jokes diantara teman-temen gila gue. "Bu, liat bright side-nya aja lah....masih mending umur 30 tahun gue single kan, daripada udah beranak dua dan suami gue gak karuan kerjanya? Hehehehe....." Nyokap mendelik, hihihi.

"Makanya dulu Ibu sih ngebilangin gue milih suami harus yang begini-begitu......jadinya ya seperti ini" cerocosan gue sambil cengar-cengir.
"Ya iya lah" kata nyokap. "Jangan yang gak karuan. Paling enggak, seagama dan punya kerja."
"Hehehe. Semua orang pasti punya kekurangan, Bu. Yang cocok, gak seagama. Yang berduit, rada bloon. Mau gak?" gue ngakak lagi. Nyokap cemberut, siap-siap nyelepet gue pake serbet.
Gue tau banget calon mantu idaman nyokap --dan gue yakin semua nyokap di dunia ini-- si dokter yang sering banget nelfon, tapi gue curigai demen ama sesama jenis itu....hahahaha. Buat nyokap dia adalah kandidat kuat, buat gue....boro-boro kandidat, masuk sebagai opsi juga kaga!
Yah....yah...yah...seperti gue pernah bilang ama temen edan Si Bleguk itu, "opsi adalah masalah perspeftif" karena menurut dia, gue punya 4 orang opsi, sementara gue pikir sih gak ada seorang pun, alias zero-nir-none. Pertanyaannya adalah, kenapa gue sampe mikir begitu? --ga punya opsi--

Because in my point of view, none of them filled my prerequisite. it's matter of perspective. Or, am I so naive? atau seperti pertanyaan Si Bencong Sukses --temen cewe gue yang sama-sama single diumur 30-- am i asking too much? Padahal kalau dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, idealisme gue sekarang sudah banyak banget tererosi-terkikis lho. Karena gue nyadar sih, tetap keras kepala mempertahankan idealisme berarti berakhir tanpa siapa-siapa. End up with no body. Dan kalo di umur 40 tahun --sepuluh tahun kedepan-- gue masih single, itu sama aja seperti ada note ditempel di jidat gue dengan tulisan "expired date" A.K.A "kaga laku" A.K.A "Si Jablai" Blah, mang enak?!

Dan gue pribadi menganggap bahwa erosi idealisme itu bukan suatu penurunan, tapi justru proses pendewasaan. Anggaplah gue sekarang punya kemampuan lebih untuk memahami kekurangan orang lain sebatas kewajaran (asal jangan kurang libido), dan yang terpenting bisa melihat kemampuan dan keterbatasan diri sendiri. No need for being cocky, nor low self esteem. Kita emang lahir dengan segala keistimewaan berikut kekurangan. Begitu juga dengan orang lain tho?

Jadi dengan semua pemahaman baru tersebut, seharusnya gak terlalu sulit buat gue untuk menemukan seseorang saat ini, ya kan? Tapi entah kenapa, masih aja berasa susah. Mungkin kembali lagi pada perkara rasa --gak bisa dibohongi dan susah untuk dikompromikan. Rasa itu bukan masalah penghiburan semata, seperti kalo ngomong "I'm happy for being single." Blah, For me it sounds like a denial. And that's bullshit! Karena kalimat yang sebenarnya --bagi orang yang sudah berumur 30 tahun lebih tapi masih belum menikah-- adalah "I've been trying to be happy for being single." Atau yang lebih sadis lagi "I've tried to be happy for being single" (Hahahaha, kaciaaaan deh lu!) Mereka --termasuk gue-- bukan bahagia karena masih sendiri, tapi mencoba untuk bahagia karena kenyataan pahit sudah tergelar lebar didepan mata "gue masih sendiri." Jadi terpaksa belagak bahagia. Dan sebenarnya gak ada kata-kata yang cukup ampuh untuk mampu menghibur, bo!

Tapi bukan berarti gue merasa terintimidasi dengan keadaan ini lalu grasak-grusuk menerima seseorang dengan seadanya sih. Hanya saja seperti manusia pada umumnya, ingin dicintai dan disayangi itu pasti toh. Namun mengharapkan a knight with shining armor and riding a white horse to rescue me like in a fairy tale, pasti juga enggak lagi. Miris, tapi enggak putus asa. Terdesak, tapi gak membabi buta. I'm setting up my gold, not gargabe though! Jadi yang gue inginkan sekarang adalah menemukan dan ditemukan oleh seorang laki-laki biasa yang punya cinta luar biasa untuk mampu berbagi keistimewaan dan kekurangan, dengan bertanya "will you be happy by sharing life with me?"

Does it still sound like a fairy tale? Mungkin enggak, tapi malah jadi dangdut abeeeesss.........! Hahahaha. Lai lai lai lai laiiii...panggil aku Si Jablai.... Abang jarang pulang, aku jarang di belai.... Lai lai lai lai laiii......

Ps. Untuk "Wok," terimakasih setulus-tulusnya atas kesabaran, perhatian, dan cinta. Bersama kamu, aku pernah bahagia.
posted by fire-fly @ Permalink ยค8:34 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home