Gue Bangetz!
I like tulip and butterfly. Chocolate candy makes my life brighter. Want you to treat me like I'm a queen bee.I can be sweet and very infantile.I also can be viciously unkind. Just remember that I can be strong and tender.
Baca Dooong
Archives
Fans Silahkan Isi


Name
Email
URI
Msg

Narcism

  • Life is not about chances, but choices. And destiny not to be waited, but achieved (Winston Churcil)
  • Well behave women never make history
Image Hosted By
Links
Designed-By

Visit Me Klik It
Credite
15n41n1
 
Wednesday, August 02, 2006
~FOREVER~
"When i fall in love it will be forever...or i'll never fall in love again...."

Gue terbengong-bengong sampe ngences sewaktu ngeliat video clip sebuah lagu lama yang dinyanyikan ulang oleh Glen Fredly feat Dewi Sandra --"When I Fall in Love." Lagu itu pertama gue denger beberapa tahun lalu --dinyanyikan oleh Julio Iglesias, Si buaya darat cap "Lupa Umur" itu-- tapi gak begitu kerasa sampe kedalam hati gituh. Apa karena gue udah sentimen yang sangat pre-judge terhadap si penyanyi, yang menurut gue sok ganteng b'gaya 2 juta itu?!
Anyway, gue salut melihat kemesraan yang tampak gak dibuat-buat oleh Glen dan Dewi (a month later i just found out that they are going to get married), mungkin karenanya syair lagu itu jadi kerasa "nendang" banget dihati gue --kena dari ujung celana dalem ampe di G-spot. Gue jadi termenung-menung sendiri mikirin apa iya, suatu hari nanti gue punya keinginan untuk bilang "it will be forever?" terhadap seseorang. FOREVER, lho! Bukan main dasyatnya dan bukan untuk main-main. Artinya gue mau terikat pada seseorang selamanya.......dan pernyataan sebenarnya dibalik kata "forever" itu adalah: siapa orang yang bisa mencintai gue selamanya? Siapa manusia super hero yang sanggup mengimplementasikan kata tersebut tanpa metafor? Kata cinta aja sudah bukan main, ditambah pula dengan embel-embel selamanya......Ck..ck...ck....(ekspresi terkagum-kagum)

Tiga hari gue ikut-ikutan ngeceng disebuah counter event bridal --bertaburan baju-baju pengantin yang indah itu-- ternyata mampu membom bardir pikiran gue dengan sebuah kata "pernikahan" --yang dulu terasa mengerikan-- beberapa hari ini terluluhkan dengan ngeliat raut bahagia para calon pengantin yang sibuk berkonsultasi tentang wedding day mereka (plus negoisasi harga dong). Ngerasa seperti Carrie Bradshaw --serial TV Sex and the City-- yang sering nonton pagelaran busana di Manhattan, New York, pertanyaan miris terlontar juga saat ngeliat peragaan busana pengantin "kapan gue bisa seperti mereka?" dan teman disamping gue (anggep aja dia seperti Stanford, temen gaynya Carrie) ngejawab santai "ya kapan-kapan...itu juga kalo ada yang mau kawin ama elu." Bles...bles...bles...hati gue ambles!
Sambil clingak clinguk, sembunyi-sembunyi gue raba gaun pengantin tercantik di floor. Baru beberapa detik ngerasain halusnya silk dan agak mengkhayal mesum, kenalan gue yang perancang gaun pengantin itu --entah nongol dari mana-- ngagetin dengan nanya "mau gaun yang itu, Say?" sambil nyolek pinggang gue. Sumpah mampus gue mengkeret! dan cuman bisa cengengesan. Dalem hati gue ngedumel sendiri, wong yang mau kawin ama gue aja kaga ada! Boleh gak gue pesen gaun ini, tapi makenya mungkin 10 tahun lagi. Itupun masih mungkin. Hikz.

Seperti sedang malakukan proses penyulingan dan permentasi, gue ngeliat cowo yang pernah datang dalam hidup gue satu per satu pergi --entah karena terdepak, ditendang, persaingan ganas, dan sejuta alasan yang kadang benar adanya, namuan seringkali (hanya) alasan kontroversi yang manipulatif. Mereka secara gak sengaja tersuling --yang busuk dibuang aja-- dan beberapa berhasil menjadi senikmat anggur hasil permentasi yang sukses. Tapi dari semua proses itu pun, gak satu jua yang pernah mengatakan kata itu --forever. Gue gak tau sih bagaimana tampang mereka sesaat sebelum pergi atau dipaksa pergi dari hidup gue....mungkin ada yang bertampang pucet-mual-mules-jijik; atau malah lega-bersukur-sumringah sambil berdoa "Terimakasih Tuhan, kau tunjukkan jalan yang benar dengan tidak bersama perempuan itu lagi." Eh lah.....who knows kan?! Jadi mungkin agak jelas juga, bahwa kata "forever" itu teramat sakti mandraguna, jadi gak boleh diucapkan sembarangan. Dan yang lebih jelas adalah bahwa gak semua orang mampu melakukannya!

Sebenarnya selain membuat gue terkagum-kagum pada lagu itu, ada perasaan miris yang awalnya hanya terasa tipis-tipis saja. Tapi tambah kesini kok perasaan miris itu mulai rada dalem juga terasa, ditambah bonus: perasaan merana, kecewa dan sedih. Perasaan campur aduk yang sporadis banget rasa bahagianya ini --kadang ngebuat gue pengen adu tinju ama Mike Tyson (walaupun pasti KO pada jab pertama, paling gak gue jadi beken. Siapa tau jadi sampul majalah khusus freak people dengan mata bengep)-- gak lain gak bukan disebabkan oleh ketidak beranian gue untuk ngucapin atau ngedenger kata "forever." Jangankan selamanya, saat ini pun gue ngerasa gak ada yang bener-bener mencintai gue plus kesintingan gue. Biasanya orang akan menyerah menghadapi mood gue yang perubahannya ekstrim --gampang up and down seperti jet coaster-- dalam hitungan menit. Not even my folks able to love me the way I am.

Makanya ngeliat ada 2 orang manusia seperti Glen and Dewi yang mampu nyanyi dengan sepenuh hati "when i fall in love...it will be forever," hati gue jadi nyessss, rada tentram juga. Tentram karena ngerasa masih ada sedikit harapan bahwa dari 6 milyar manusia yang numpang tinggal di bumi, ada yang masih bisa mengerti arti kata "forever." Bukan hanya sekedar bilang "Pacaran yuk atau kawin yuk.....then i love you, i need you....bla bla bla gombalan lainnya." Tapi memahami bahwa kata-kata itu mengandung konsekuensi dan tanggung jawab moral, yaitu bagaimana ngebuat kekasih hati bahagia --bukan dibikin nangis jungkir balik; memahami eksistensinya didalam hidup; dan menghargai orang yang telah memberikan hatinya.

Yah begitulah......at the end of this written, gue masih merasa kecewa dan tetap gak mengerti dengan segala polemik didalam hati gue sendiri. Tapi satu hal yang gue pahami, bahwa mencintai itu bukan perkara mudah..........dan gue ngerasa gak pernah dicintai dengan mudah, walaupun gue bisa horny dengan mudah. Lucu ya.... Tapi heran, kenapa bergalon-galon air mata gue masih juga tumpah berbulir-bulir saat ini? Mungkin karena "when i give my heart.....it will be completely...." Cuih! pasti loe pada kaga ngarti maksud gue...... Iya kan, iya donk, bener kan, bener donk, so pasti getu lho. Emang dasar o'on terakreditasi loe pade!

".............in the restless world like this is, love is ended before it began. And too many moon light kisses seem too cruel in the warm of the sun....."
posted by fire-fly @ Permalink ยค7:25 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home