Gue Bangetz!
I like tulip and butterfly. Chocolate candy makes my life brighter. Want you to treat me like I'm a queen bee.I can be sweet and very infantile.I also can be viciously unkind. Just remember that I can be strong and tender.
Baca Dooong
Archives
Fans Silahkan Isi


Name
Email
URI
Msg

Narcism

  • Life is not about chances, but choices. And destiny not to be waited, but achieved (Winston Churcil)
  • Well behave women never make history
Image Hosted By
Links
Designed-By

Visit Me Klik It
Credite
15n41n1
 
Wednesday, August 02, 2006
~SNOB~
Satu-satunya orang di dunia ini yang gue kenal dapat ketawa dalam duka; ngakak dalam tragedi; cengengesan ngeledek diri sendiri dalam ironi, adalah diri gue sendiri. Entah itu sebuah berkah atau petaka; kekuatan atau justru kelemahan; waras atau sinting. Karena dengan kondisi yang demikian itulah gue mampu untuk merasa benci karena mencintai seseorang dan cinta untuk membencinya. Dari sekian banyak perlawanan yang gak jelas dalam diri sendiri itu, menimbulkan sikap dilematis yang akut. Gue sering emosi pada hal-hal kecil, tapi bersikap seolah gak perduli dan arrogant akan hal-hal penting. Satu-satunya yang jelas dalam diri gue adalah ketidakjelasan Jelas gue orang yang gak jelas. Ironisnya, gue sering sok mengaku sebagai orang yang suka pada simplicity, padahal orang lain mungkin ngeliat gue sebagai manusia yang penuh kompleksitas.

Orang bilang gue suka membesar-besarkan masalah kecil, dan gue merasa bahwa gue suka mengecilkan masalah besar. Karena menurut gue masalah besar itu bisa dibicarakan; beralasan untuk dijadikan bahan bertengkar; dan sah-sah saja untuk dijadikan dasar keputusan --jadi gue ga terlalu ngerasa bersalah pada diri sendiri. Sedangkan hal-hal kecil, selain gak pantes dijadikan alasan pertengkaran --dan seringkali jadi bahan tertawaan orang lain karena memperlihatkan betapa naifnya gue--juga sebagai ajang untuk menyalahkan diri sendiri.
Ya, gue orang nomer satu dalam hal menunjuk hidung sendiri dan berkata "you are stupid!" atau kalau mau lebih dramatis seperti temen gue --kalau merasa telah melakukan kesalahan tolol-- serta merta meletakkan jari telunjuk dan jempolnya membentuk huruf "L" dijidatnya sendiri, sambil ngomong "Loser!" Padahal belum tentu dia ataupun gue yang salah. Tapi siapapun yang bersalah, gue pikir gak seorang pun semestinya terlalu menyalahkan dan memaki diri sendiri, walau untuk seorang pecundang sekalipun. karena akhirnya apa? Kepercayaan pada diri sendiri pun menipis dan lama-lama hilang seperti pasir disapu angin (kecuali dipadang pasir yang terhampar bermiliar juta pasir).

Hal-hal kecil itu, buat gue, mempunyai makna lebih besar ketimbang satu hal besar. Karena dari hal-hal kecil terbangun hal besar. Hal-hal kecil itu susah disapu, seperti kerang --kecil tapi sangat banyak didasar lautan, menancap dan terisap dipasir jadi sulit untuk disapu ombak-- tapi kalau kena jari wadow! kulit teriris dan rasanya perih. Coba bayangkan kalau elo tersayat kerang disekujur tubuh (kerang, bukan panu ya....panu sekujur tubuh, hahaha) sakitnya berasa dimana-mana. Begitu juga dengan kesalahan-kesalahan kecil. Kecil sih tapi kalo rasanya bikin perih dari ubun-ubun sampe jempol kaki loe yang kapalan itu, gimana rasanya? Nah sekarang bayangkan kalau semua pedih perih diseluruh kulit itu loe rasain dihati.

Gue menyebutnya: Iritasi Hati. Hey orang dulu bilang, luka dibadan dapat diperban, luka dihati dibawa ampe mati, nah lho....kejam kan sakit hati itu?! Apa mungkin nanti ada pedagang asongan di perempatan lampu merah berteriak "heart bandage....heart bandage...." atau narasi sebuah iklan TV "Sembuhkan luka hatimu dengan obat sakit hati cap kapak. Cap Kapak membuat hatimu yang terkapak menjadi utuh kembali....Tanpa bekas!"

Mungkin sekarang loe pada bertanya-tanya sebenernya gue sakit hati tentang apaan sih? Yang jelas, karena hal kecil sih....tapi sakit hati akut yang menahun dan membuat depresi. I hate snob people.....I hate them so much until i want to head banging to a wall --jeduk! jeduk! jeduk! (bukan gedek-gedek, itu sih ajeb-ajeb). Sebatang mantan pacar yang begitu yakinnya gue masih cinta ama dia setelah 13 tahun lewat. Seorang teman bertampang super jelek tapi ngaku-ngaku banyak yang ngejar (dikejar preman pasar, mbak?!). Seekor mamalia yang ngaku kenal ama artis anu, itu dan ini. Segerombolan tawon kere yang ngerasa kaya raya dan bisa "ngebeli" gue (mungkin antara gue dan mereka ada perbedaan standar tentang kata "kaya raya"). Baru nraktir sekali (diemperan) udah ngerasa berduit; punya PDA (kreditan) udah ngerasa tajir. Woi anjir! yang kaya raya itu paling enggak, kaga bau knalpot --alias kemana-kemana naek mobil keren! Punya PDA tapi tinggal di kamar kost-kostan sumpek, sumuk, seencrit itu sama aja gombal! Loe kenal ama 10 artis, gue bahkan kenal ama 1000 artis (tapi mereka kaga kenal gue seh....errr). Aduh, sekarang tembok kamar gue beneran remuk deh.

OK....udah jelas?! Jelas bagaimana gue dengan mudah menjadi frustasi karena orang-orang yang kalo ngomong pada lupa ngaca itu --perlu gue beliin cermin segede bunderan HI?-- biar semua pada bisa ngaca bareng-bareng. How pathetic; moron; loser; snob; idiot; red neck we are...or you are. Yes, you! Satu cerita penutup, beberapa kutu jantan peliharaan gue dulu seneng banget menceritakan tentang urusan ngecengin kutu betina and how sexy they were. Daym! Sambil dalam hati merutuk "I don't need to hear this.....and I don't give a damn, snob bugs!" gue cuma senyum-senyum aja, penuh makna. Maknanya agak sadis: while you can only watch those sexy chicks, I sleep with other guy. Revenge is so sweet, tho. Hell ya bugs!
posted by fire-fly @ Permalink ยค7:18 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home