~MY HEROES~ Bagi saya pahlawan adalah mereka yang telah membantu saya tanpa pamrih; menyayangi saya tanpa syarat; mendukung saya tanpa manghakimi. In one sentence, they assist me to endure in this life. They are: Ibu. Bukan saja karena telah melahirkan dan membesarkan saya. tapi karena sampai sebesar sekarang pun beliau masih tergopoh-gopoh mengoleskan minyak serai kalau saya terjatuh (walau sambil mengomel). Atau menyorongkan obat kumur antiseptic, sampai menyiapkan botol minum saya. Ibu sangat membantu untuk urusan hal-hal kecil yang sering terlewatkan oleh saya. Walau Ibu tetaplah manusia biasa yang sering berbuat salah atau membuat kesabaran saya diujung tanduk karena susah diajarin cara menggunakan telfon genggam. Tapi Ibu tetaplah orang yang akan selalu saya cium tangan dan pipinya, serta berikan senyum di pagi hari saat saya akan keluar rumah—kadang saya kasih cengiran kalau pulang subuh, hehehe. Sahabat. Mereka bukan hanya teman saat euphoria karena cimeng. Tapi orang yang mampu berbagi dengan saya dan juga mau mendengarkan kesedihan saya. Memeluk saat gak ada orang yang mau meluk saya. Bahkan mungkin orang yang akan “nge-goblok-goblok-in” kalau saya lagi kumat keras kepalanya. Tapi seorang sahabat saya lah yang telah membuat saya mampu untuk melihat sisi indah dunia ini lagi. Walau mungkin dia tidak tau rasa terimakasih saya, tapi saya yakin dia bahagia telah membuat saya mampu untuk tersenyum kembali--apalagi kalau dikasih sebotol JD, hehehe. That’s what best friends are for. Strangers. Pernah satu kali saya pengen ngerasain naik bis kota. Kata teman saya “Seru juga lho!” Walau akhirnya saya harus mual-mules-gemetaran didalamnya karena harus berdiri berjubelan. Seorang lelaki yang gak saya kenal, menawarkan tempat duduknya untuk saya. Lalu saya berikan senyum setulus-tulusnya untuknya (sambil komentar dalam hati “Ganteng juga. Yuux...”) Bagi saya, dia adalah “Hero of the Day.” Mungkin dia tau dengan cara itu saya berterimakasih padanya. Diri saya sendiri. Ya! Saya adalah seorang pahlawan—setidaknya bagi diri saya sendiri. Karena setiap saat saya berjuang dan berusaha untuk tetap hidup. Menghadapi berbagai persoalan yang terkadang hampir membuat saya menyerah. Berjuang melawan sakit migrain, batuk menahun, operasi amandel, beberapa kecelakaan, dua kali patah hati, seribu kali sakit hati, sejuta kali dibohongi….dan sebagainya. Tapi, syukurnya, sampai hari ini saya masih bisa memberikan senyum pada diri sendiri setiap saya bercermin (cermin saya gak ikutan bersyukur). Bahkan terkadang saya sering juga menertawakan ke-naifan diri sendiri. Hehehe. Kalau guru disebut sebagai “pahlwan tanpa tanda jasa,” beberapa pahlawan saya diatas mungkin adalah “pahlawan yang dihadiahi senyum.” Karena memang seringkali kita lupa mengucapkan “terima kasih” kepada para “pahlawan” tersebut, tapi menghadiahi dengan senyum. Baik itu senyum jelek, tulus, bahagia, lebar, bahkan senyum ngeledek. Begitu juga dengan kekasih yang memberikan saya cinta, seringkali hanya saya hadiahi dengan berbagai senyum tersebut. Jadi saya pikir, senyum adalah hadiah terbaik yang bisa diberikan. Dengan tersenyum, orang tau bahwa kita bahagia bersama mereka. Bukankah bahagia itu tak ternilai harganya. Can’t smile without you. I can’t smile without you. Can’t smile oh I can’t smile…. Tips iseng: - Saya percaya setiap orang butuh seorang hero dalam hidupnya, agar menyadari bahwa dalam hidup kita membutuhkan bantuan orang lain. Juga arti pentingnya peran orang-orang yang telah mendukung kita baik secara moril maupun spriritual; serta sosial dan intelektual.
- Bermurah hatilah untuk membantu orang lain, walau bantuan yang terkesan sangat kecil nilainya untuk kita, mungkin bagi orang lain we are their hero of the day.
- Berbangga hatilah kalau hari ini telah membantu orang lain. Dengan begitu kita akan menyadari bahwa telah ikut berperan serta dalam kehidupan ini. Maybe, one small thing will make a big difference.
- Jangan lupa tersenyum pada orang yang telah membawa kebahagiaan. No sweat for smiling :)
|