~ Jurnal ~ Jurnal. Awalnya penulisan di blog ini ditujukan sebagai kumpulan jurnal. Walaupun bukan jurnal yang terlalu berani—coz as a matter of fact, saya telah menulis lebih banyak lagi jurnal yang tidak mau saya publikasikan. Tapi seiring dengan banyaknya jurnal yang telah saya tulis sejak 4 tahun lalu, gaya penulisan saya pun telah menyalami banyak perubahan—kosa kata dan gaya—yang terkadang masih mendapat pengaruh dari penulis lain. Sampai akhirnya saya menemukan gaya sendiri—kalimat berbelit yang argumentatif. Dan jurnal-jurnal itu pun tidak lagi ditujukan hanya untuk diri sendiri. Harus saya akui, akhir-akhir ini saya menulis dengan lebih terbuka atau berani dalam istilah saya—untuk menohok hati sendiri. Berani untuk mengakui bahwa saya pun manusia yang banyak kurang dan gak pernah terhindar untuk menjadi naïf. Lebih-lebih lagi ternyata dari jurnal ke jurnal saya berhasil menemukan bagian-bagian diri yang pernah hilang atau memang gak pernah sempat utuh. A new me came from the worst. Ternyata, untuk mampu menulis dengan berani tidak perlu menjadi seorang penulis yang paling berani didunia ini. Dan untuk menjadi seorang pemberani, bukan berarti tidak takut; tidak pernah menangis; even more bukan dengan menganggap masalah itu tidak ada. Walau saya pernah dengar bahwa masalah hanyak akan ada apabila kita berpikir bahwa itu adalah sebuah masalah. Jelaslah kalau saya bukan orang yang berpikiran paling jernih, karena selalu menganggap semua hal adalah masalah. Tapi setidaknya, saya masih mau berusaha menulis dengan berani. Tulisan terberat adalah mengenai topik yang paling tidak kita suka ditujukan untuk orang yang paling kita cinta. Darn! It is hard--It was so painful, for me. Setelahnya, saya menjadi lebih jujur pada diri sendiri. Kalau jujur itu ada nilainya—walaupun belum tentu menyenangkan, mungkin—saya jadi berpikir bahwa nilai diri saya terlah bertambah. Also with a bonus: more self acceptance. Have a good day, everyone :)
|