|
|
| Gue Bangetz! |
| I like tulip and butterfly. Chocolate candy makes my life brighter. Want you to treat me like I'm a queen bee.I can be sweet and very infantile.I also can be viciously unkind.
Just remember that I can be strong and tender. |
| Baca Dooong |
|
| Archives |
|
| Fans Silahkan Isi |
|
|
| Narcism |
- Life is not about chances, but choices. And destiny not to be waited, but achieved (Winston Churcil)
- Well behave women never make history
|
| Image Hosted By |
|
| Links |
|
| Designed-By |

|
| Credite |
|
| |
|
|
| Monday, June 05, 2006 |
|
.:: Worst Dates ::.
Apa hubungan antara kencan-kencan terburuk dengan kesempurnaan?
Saya pernah bercinta dengan seorang cowo yang tampak “mengerikan” dalam keadaan tanpa busana. Kakinya kurus seperti belalang, dan parahnya, banyak bekas luka gigitan nyamuk. Saya pikir saya telah diajak kencan oleh seorang wartawan majalah National Geographic yang baru keluar hutan dan kurang makan! Besok dan seterusnya saya tidak pernah lagi mengangkat telfon darinya. Jadi kalau berniat untuk mempunyai hubungan dalam jangka (agak) panjang dengan teman kencan, pastikan bercinta di dalam ruangan yang bercahaya cukup. Sehingga dapat dipastikan saat bercinta pertama kali anda telah cukup memindai bagian-bagian tubuhnya yang tidak terlihat sebelumnya. Kalau memang berniat menjadikannya sebagai kencan semalam, istilah kerennya one night stand, justru usahakan penerangan yang seredup mungkin didalam ruangan. Anda tidak mau kan lari terbirit-birit seperti saya waktu itu? Lain waktu, dengan seorang peranakan Iran-Australia, eksekutif muda tampan yang saya kenal di sebuah café. Dia menginap disebuat kamar deluxe hotel bintang lima. Awalnya everything went well-he’s smart! Really. Jadi kami sempat berbincang tentang banyak hal yang selama ini hanya ada di otak saya-karena pacar-pacar yang dulu terus terang saja memang kurang mampu memuaskan sisi intelektual saya. He sounds perfect huh? Wait until he opened his pants. It was so small, daym small-not even so hard! It maybe the smallest dick I’ve ever seen in my life-bahkan untuk ukuran cowo asia sekalipun. Jadi malam itu cukup terjadi satu kali saja, pagi-pagi sekali saya memohon dengan sangat untuk dijemput oleh seorang teman. Jadi, jangan gampang percaya pada opini yang berkembang di masyarakat bahwa ras tertentu merupakan jaminan kepuasan -itu bukan jaminan! Terutama yang kelihatan hampir sempurna-karena memang hampir dan belum sempurna. Justru yang semakin nampak sempurna adalah yang paling gak sempurna at the end. Memang gak ada orang yang sempurna-misalnya yang mau menuangkan kopi untuk kita dipagi hari-tapi setidaknya dia harus cukup mampu memuaskan ditempat tidur! Kali ini dengan seorang play boy sudah saya kenal selama 6 tahun, dia dulunya teman clubbing. Cewenya, wew, berjibun-mungkin sama panjangnya dengan daftar nama calon anggota DPR-MPR-bedanya semua cantik. Sampai-sampai terkadang saya minder juga kalau lagi jalan dengan dia dan cewe-cewenya. Dan di suatu malam yang pekat dengan bau Jack Daniel, ditambah pula saya yang sudah beberapa bulan tak berkencan untuk mempersiapkan bahan tesis, menjadikan malam itu terlalu sempurna untuk dibiarkan lewat dengan tidur saja. Apa yang saya harapkan? Tentu aja setidaknya dia punya beragam cara dan gaya, melihat dari pengalamannya-bahkan mungkin pengalamannya dua kali lipat dibanding dengan umurnya sendiri. Tapi ternyata? C’mon….gak lebih dari lima menit, I already said bye to his hard dick! Mungkin emang bener cuma batre energizer yang last longer! So jangan terlalu percaya pada kredibilitas seseorang-itu bisa menipu! Saya jadi berpikir apa yang membuat cewe-cewe cantik ber-body keren itu bertahan lama berpacaran dengannya ya? Hmmm……
Saya yakin kamu percaya bahwa sebenarnya masih banyak cerita-cerita saya lainnya seperti diatas. Saya juga yakin kamu pernah mengalami hal itu. Saya jadi teringat pada seorang cowo yang sudah tiga tahun ini “berhubungan” dengan saya. Dia gak ganteng sekali-juga ga malu-maluin-;bukan pengusaha sukses-malah kalau boleh dibilang pas-pasan; bukan orang yang sangat cerdas-tapi bisa berkomunikasi dengan saya; bukan pula orang yang romatis-tapi mau mengambilkan asbak rokok saya; bukan orang yang paling cinta pada saya-tapi perduli pada kesehatan saya; bukan orang yang suka mengecup pipi saya-tapi selalu ada untuk saya; bukan orang yang setia pada saya-bahkan dia tidak percaya pada perkawinan; bukan orang yang mau mengalah pada saya-bahkan cenderung mau menang sendiri; bukan the biggest dick-tapi selalu mampu memuaskan saya. jadi apakah orang yang terlihat begitu gak sempurna ternyata merupakan orang yang paling mendekati sempurna pada akhirnya?
Bukankah dulu kita selalu berkhayal memiliki pasangan yang sesuai standar kriteria? Yang ganteng, sukses dalam pekerjaan, perhatian, pengertian, cerdas, setia, jujur dan berbagai kriteria yang biasanya terdapat dalam kolom “kontak jodoh” di koran-koran. Saya akhirnya malah berpikir itu semua muluk-muluk! Pantaskan kalau para jomblowan-jomblowati anggota kontak jodoh itu belum menemukan orang yang sesuai dengan keinginan sampai mereka setua sekarang? pantaskan kalau saya diusia mendekati 30 ini sering merasa kecewa pada opsi-opsi yang ada dan sekarang sudah setahun men-jomblo? Karena saya dan mereka sama-sama pengkhayal tingkat tinggi. Karena saya terobesesi pada kesempurnaan, padahal saya sendiri sangat jauh dari sempurna. Mungkin ketidak sempurnaan lah yang menjadi arti sesungguhnya dari kata “sempurna.” Mungkin kita tidak sempurna di satu sisi, tapi sempurna disisi lain. Tapi setidaknya, saya ingin mendekati sempurna di dalam satu hal saja, which is……., you knew it, right? Hehehehe…. |
posted by fire-fly @ Permalink ¤6:54 PM  |
|
|
|
|