Gue Bangetz!
I like tulip and butterfly. Chocolate candy makes my life brighter. Want you to treat me like I'm a queen bee.I can be sweet and very infantile.I also can be viciously unkind. Just remember that I can be strong and tender.
Baca Dooong
Archives
Fans Silahkan Isi


Name
Email
URI
Msg

Narcism

  • Life is not about chances, but choices. And destiny not to be waited, but achieved (Winston Churcil)
  • Well behave women never make history
Image Hosted By
Links
Designed-By

Visit Me Klik It
Credite
15n41n1
 
Tuesday, August 09, 2005

.:: Jujur ::.

Jujur…. Jujur itu susah-susah gampang (eh lah…bahasa gue kok jadi bahasa Indonesia made by para mentri kabinet yang sering ngoceh di televisi dengan bahasa ga jelas gitu! Pak mentri….meningkatkan pertumbuhan ekonomi itu sebenernya susah atau gampang?!) Jujur itu kadang gampang-kadang susah….tapi seringnya dilematis! Gak semua hal bisa kita umbar segampang yang ada dibenak kita. Kadang pengen banget muntahin semuanya ampe tuntas, tapi lidah kenapa susah banget bergerak?!

Kalo bilang jujur bahwa gue selingkuh, jah! Gue kena gaplox. Bilang jujur kalo gw sayang, bisa-bisa dia kabur. Jujur bilang new hair cut temen gue jelek, beuh! gw kaga ditemenin lagi deh. Aduh, ternyata mau jujur aja susah banget!

Kalo dia dengan jujur bilang dia abis liat porn site? Mau gue banting apa tuh computer! Jujur bilang kalo dia lagi ngeliatin cewe cantik-seksi-bahenol yang barusan lewat, weh! Bisa mendadak berantakan ni kencan. Wew! Ternyata menerima kejujuran juga ga gampang!

“Gue kan udah jujur ama elo. Kok masih marah sih. Yang penting kan gue udah bilang dengan jujur!”
“Gue ngehargain banget kejujuran lu. Tapi gue akan jaaaaauuuh lebih menghargai kalo elo ga berbuat begitu!! Satu hal lagi, elo jujur bukan berarti serta merta gue maafin!”

“Jadi lu lebih suka kalo gue ga usah ngomong aja sekalian? Dan gue boongin elo terus?!”

Lha kok jadi si “tertuduh” yang lebih menyudutkan yah? Hahahaha…… Well yeah itu sebagian perdebatan mengenai kejujuran. Udah gue bilang, jujur itu dilematis! Menerima kejujuran bahkan lebih dilematis lagi!

Pernah denger lagu “Jujur” by Radja?.........Jujurlah padaku bila kau tak lagi cinta. Tinggalkanlah aku bila tak mungkin bersama….buktikanlah bila kau ada cinta..setulus hatimu bisa menerima, sebatas kejujuran yang kau miliki bukan sekedar (untuk) bersama… Radja rupanya juga menyadari kadang-kadang jujur juga agar bisa tetap bersama.

Dulu, pernah ada seorang cowo…..yang dengan enggak jujurnya mendadak pergi, tanpa sepatah katapun. Kenapa ga bilang dengan jujur…..bahwa tak lagi cinta? Tak ingin bersama. Ada beberapa orang yang kita lupakan, ada juga sedikit orang yang ga bisa kita lupakan. Buat gue, cowo ini salah satunya. Tak terlupakan.

Ada lagi yang dengan jujurnya bilang bahwa dia ingin menikahi cewe lain, ini pun susah terlupakan. Ternyata jujur maupun ga jujur semua sulit diterima. Semua berakhir dengan ironis….dah semua membuat migren kadang-kadang kambuh! Uh.

Padahal gue sering banget mendengar permintaan “please be honest!” Apa iya kita siap menerima sebuah kejujuran? Mana yang lebih baik, diberikan kejujuran yang menyakitkan atau kebohongan yang indah? Apa benar ternyata white lie terkadang juga perlu? Apa bukan lantas nanti itu menjadi sebuah excuse……menutupi kebohongan dengan kebohongan. Jujur aja, gue ga sanggup jadi orang yang seperti itu. Can you?

-:- to be continued -:-

posted by fire-fly @ Permalink ¤2:59 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home