Jalan tol menuju Karawaci malam ini terasa lengang. Mungkin disebabkan karena hujan yang turun sejak sore hari. Tentu orang-orang lebih suka menghabiskan sisa malam ini mencari kehangatan di coffe latte atau restoran yangmenyediakan sop buntut. Atau mungkin juga mereka mencari kehangatan jenis yang lain. Yang jelas, malam ini dijalan tol yang basah, hanya ada mobilku dan beberapa truk pengangkut barang. Aku dan Andri sahabatku, berdua kami didalam mobil, seperti biasa selalu mempunyai topik yang menarik untuk dibicarakan. Kadang serius. Tapi selalu diwarnai kata-kata sinis yang menggelikan.
“You know what..” tanya Andri memulai pembicaraaan. “Hari ini gue duduk didepan show room sambil ngeroko….”
“Dan sambil merenungi nasib sial lu yang lagi sakit ambien?” potongku menggodanya
“Ya! Gue lagi merenungi nasib, masa orang seperti gue bisa kena penyakit menyedihkan itu!” sungutnya
“Hahahahahhaa…..” sungguh aku masih tergelak membayangkan bagaimana terhinanya seorang Andri yg dramatis, selalu membayangkan akan mengalami sakit parah seperti kanker otak, merasa sangat terpukul mengalami penyakit “sepele” ini.
“Saat perenungan itu, tiba-tiba datanglah seorang Armon!” lanjut Andri dengan dramatis. Seolah-olah ingin meyakinkanku bahwa makhluk bernama Armon ini sungguh tidak biasa. “Dia duduk disamping gue dan genjrang genjreng dengan gitarnya. Oh, sungguh manusia yang menyedihkan!”
Armon, lelaki bertubuh binaraga dan selalu datang dengan penuh kejutan. Kejutan yang selalu membuat semua orang terbengong-bengong melihat penampilannya yang berjaket kulit di siang bolong. Ditambah kacamata reibennya. Ooooh…lagaknya bagai lelaki terganteng diseluruh dunia. Aku tidak akan heran kalau suatu hari ia mengenakan kaus bermotif macan yang menempel ketat memperlihatkan otot-otot bisepnya. Hey, apa kamu begitu cintaya pada diri sendiri dengan semua otot itu dan merasa menjadi pusat seluruh jagad raya?
“Kemudian…” lanjut Andri. “Gw berdoa pada Tuhan agar entah bagaimana caranya Ia menggantikan Armon menjadi Rob yang duduk disitu” kata Andri dengan hikmad sambil menengadahkan kedua tangannya didepan dada.
Aku melirik cepat sambil tetap konsentrasi pada jalan dan tersenyum kecil melihat prilakunya.
“Kemudian, lu tau apa yang terjadi?” tanya Andri dengan gerakan cepat menghadap kearahku.
“Ternyata masih tetap Armon yang duduk disitu?” tanyaku mengendikkan alis.
“Tepat!” seru Andri sambil mengacungkan jari telunjuknya. “Oh dia masih duduk disamping gue dan belum berhenti menyanyi! Tuhan belum mengabulkan doaku.”
“Hahahahaha….I knew it!” kataku tergelak. “Lu pikir semudah itu mendapatkan sesuatu yang lu inginkan dalam hidup ini?! Hahahaha…”
“Eh, tapi tunggu dulu…gue kembali berdoa pada Tuhan untuk kedua kalinya sambil memejamkan mata dengan lebih hikmad. Berdoa agar Rob yang ada disitu” kata Andri kembali memeragakan sikap orang yg sedang berdoa. “and u know what?!” tanyanya dengan dramatis.
“No, I don’t” kataku tersenyum
“Armon menghilang! He disappears so sudden!” seru Andri
“Hahaha…” aku kembali tergelak. “Well, even though God did not give you what you want, which is Rob? At least Dia mengabulkan doa lu agar Armon ga ada disitu lagi. Rite?”
“Itulah! That’s what I mean. He did not giving me something that I don’t wanted!”
“Yes he did not. Hahaha”
“He knows me so much!”
“Yes, He does. He might knowing you more than yourself” kataku
Guys, kadang Tuhan gak memberikan apa yang kita minta. Tapi gue pikir, kita patut juga berterimakasih pada apa yang TIDAK diberikan-Nya. Gak celaka hari ini, belum habis nafas pagi ini, ga dikasih tom cruise – tapi brad pitt pun gue masih berterimakasih kok sama Tuhan…hehehe. God….you know me better than myself. You know what the best to make this life still circling. God…you really really have a lot of job up there. Thank you…..for not giving me what I don’t wanted. Ternyata, life is not as tough as I thought.