~Lagi Melow Bersama Naff & Letto~
Masih Kekasihku (Naff) jauh dilubuk hatiku masih terukir namamu jauh didasar jiwaku engkau masih kekasihku
tak bisa kutahan laju angin untuk semua kenangan yang berlalu hembuskan sepi merobek hati
meski raga ini tak lagi milikmu namun didalam hatiku sungguh engkau hidup entah sampai kapan kutahankan rasa cinta ini
reff. jauh dilubuk hatiku masih terukir namamu jauh didasar jiwaku engkau masih kekasihku
dan ku berharap semua ini bukanlah kekeliruan seperti yang kukira seumur hidupku akan menjadi doa untukmu
andai saja waktu bisa terulang kembali akan kuserahkan hidupku disisimu namun ku tau itu tak kan mungkin terjadi rasa ini menyiksaku, sungguh-sungguh menyiksaku.
Sandaran Hati (Letto) yakinkah kuberdiri di hampa tanpa tepi bolehkah aku mendengarmu terkubur dalam emosi tak bisa bersembunyi aku dan nafasku merindukanmu
terpuruk kudisini, terangi ia yang sepi dan ku tau pasti, kau menemani dalam hidupku kesendirianku
teringat kuteringat pada janjimu kuterikat hanya sekejap kuberdiri, kulakukan sepenuh hati perduli ku perduli siang dan malam yang berganti sedihku ini tak ada arti, jika kau lah sandaran hati
inikah yang kau mau? benarkah ini jalanmu? hanyalah engkau yang aku tuju pegang erat tanganku bimbing langkah kakiku aku hilang arah tanpa hadirmu dalam gelapnya malam hariku
Kenapa gue taruh dua syair lagu diatas dihalaman blog hari ini? Simple, karena dua lagu tersebut yang dua bulan terakhir ini sering berdengung dari speaker komputer. Sayang, gue gak bisa memperdengarkan lagu tersebut kepada kalian (tapi gue yakin lu semua udah pada tau ama ni lagu). Sesederhana alasannya, penjelasannya juga sangat simple.....berarti keadaan hati gue juga kurang lebih sama ama itu lagu? Has no other meaning but melow mode: on!
Hayyah! Udah beberapa bulan terakhir ini gak kepikiran urusan nyusruk-gasruk dengan mata bengkak didalam bantal, mewek. Emang hampir gak ada waktu, bahkan buat bernafas! Kalo orang bilang, gue terpuruk kedalam jurang pekerjaan -- yang lebih sinis lagi bilang itu adalah pelarian. Ho..ho...ho...Semua salah! I love my job. I live in it, i eat with it, even i breath there. That's the way i describe how i feel about my work. Sport jantung dan cemas ampe keringet dingin udah keharusan setiap hari. Cara ngebayanginnya gampang aja, pernah naik halilintar di Dunia Fantasi, Ancol-atau roller coaster di Disneyland, New York? Nah, begitulah rasanya. Teriak kenceng-kenceng...huwaaaaaaaaaaaaaaaa......dengan adrenalin yang terpacu 200km/jam, kemudian lega. Teriak lagi oooh aaah uuuh yeesss God..no....yesss...gimme more......punish me...yesss!!! Ups, ini lega bentuk yang lain. Tapi kurang lebih rasa nikmatnya sama kan? Hehehe (Olala....mulai cenat-cenut gue) Well, intinya gue mau bilang kalo pekerjaan gue begitu menguras emosi sehingga waktu nyampe ditempat tidur, gue cuman bisa tepar-ngiler, gak sempet "berkomunikasi" dengan libido lagi. Whatta life!
But that's my life...dan gue gak bisa ngebayangin hidup gue lebih daripada itu lagi. Ngurusin suami dan anak-anak? yah kapan-kapan aja deh. Mikirin pacar yang selingkuh? mungkin lain kali. Boro-boro sempet mikir mantan pacar yang udah ngegandeng seorang super model sebagai cewe barunya...nehi-nehi! Gak ada waktu....atau waktu gue terlalu berharga buat mikirin urusan gak penting begitu (cieeeh, gaya loe sejuta gal!)
Empat bulan lalu, di tempat billiard. Gue dan seorang begundal neraka lagi main billiard sambil ketawa ngakak, kaya orang paling bahagia di dunia ini. Jauh didasar jiwaku, engkauuu...masih kekasihku. Gak pake peringatan, lagu itu udah blesss nongol digendang telinga. Dan mak brebet! Saling pandang dengan si Begundal, nyata benar dua hati langsung mleos layu. Gue colek pinggangnya sambil ngomong pelan "hati gue nyesek, elu?" God damned that song! Siapa sih pencipta lagu itu yang tega-teganya memperkosa hati gue yang lagi (berusaha) bahagia?! Pacar lama, oh pacar lama....harus gue akui, kamu masih kekasihku. (KLBK nih --Kenangan Lama Bangkit Kembali-- meminjam istilah Ina) Brengseknya, di saat itu gue udah punya pacar baru....andai saja waktu bisa terulang kembali.....akan kuserahkan hidupku disisimu.....
Kemudian, apa yang terjadi?
Tiga bulan lalu, "Will you marry me?" (Hah!) Pagi-pagi buta, langit berawan mendung, tik..tik...tik....hujan mulai rintik, bau tanah basah tercium. Sisa-sisa perselingkuhan semalam masih terasa dibawah sana. "Will you marry me?" (Damned, it was not a dream) Sureeee....i'll marry you! (gak perlu mikir untuk ngejawab, nyatanya emang gue gak pernah mikir) Ah, ya...gue lupa bilang, ditengah polemik usia 30-an, diantara raga tanpa jiwa, dan hati tanpa cinta (cuih!) dan prinsip moral yang samar, serta perselingkuhan yang sedap, i vowed to myself: i'll marry anyone who's asking me to. Gue orangnya simple ya? Simple, my ass! (halah, udah terlalu banyak bahasa inggris kacau)
Menyanyikan lagu teringat kuteringat pada janjimu kuterikat. hanya sekejap kuberdiri, kulakukan sepenuh hati....sedihku ini tak ada arti, jika kau lah sandaran hati. Ternyata jatuh cinta itu gampang, mencintai seseorang itu gak susah (apalagi cinta ama kartu kreditnya), menjawab "yes, i do" itu gak perlu mikir, menyakiti jauh lebih mudah, selingkuh itu memang indah, larak-lirik sudah hobi, orgasme memang hebat. Tapi sandaran hati? Yang bisa membuat sedih itu seperti gak berarti--Susah! Hard to find. Daym, H..A..R..D. So, here I am. Pour all my feelings and emotions to work. Apa gue salah? thinking: finding love, maybe in another century. Sandaran hati, not in this life, baby! Karena, meminjam deskripsi Mike--my manager-- gue adalah bajingan realistis. Bajingan, tapi realistis. Jauh dari naif, itu yang pengen gue deskripsikan sebagai hidup yang sebenarnya. Paham betul, bahwa disetiap tikungan akan ada duda ganteng. Menginginkan "bajingan insaf" sebagai pasangan. Understanding that love without great orgasm is bullshit. Dan satu lagi, without money....everything means NOTHING!
Jadi kalau malam ini gue menyanyikan dua lagu diatas, wajar banget kalo gue merutuk dan membuat tulisan penuh omelan seperti ini. Aku dan nafasku merindukanmu (Brengsek!)
-no excuse be unhappy-
Ps. to: Cun alias Begundal, jangan protes! Gue lagi terbombardir oleh dua lagu melow itu. |