|
|
| Gue Bangetz! |
| I like tulip and butterfly. Chocolate candy makes my life brighter. Want you to treat me like I'm a queen bee.I can be sweet and very infantile.I also can be viciously unkind.
Just remember that I can be strong and tender. |
| Baca Dooong |
|
| Archives |
|
| Fans Silahkan Isi |
|
|
| Narcism |
- Life is not about chances, but choices. And destiny not to be waited, but achieved (Winston Churcil)
- Well behave women never make history
|
| Image Hosted By |
|
| Links |
|
| Designed-By |

|
| Credite |
|
| |
|
|
| Tuesday, November 28, 2006 |
|
.::Musik Kampung(an)::.
Nonton acara musik Peterpan By Request di SCTV dan penghargaan musik Moonman di MTV, hari Minggu emang terasa gak se-membosankan biasanya. Karena biasanya hari Minggu kan hari paling norak sepanjang minggu --mata merem melek ngayalin yang jorok-jorok. Dan Mas Ariel emang keliatan so cute and cool in a time, really! ....And video clip of the year goes to.......Write Sins not Tragedies (Panic at the Disco), keren abis ya judulnya. Omong-omong tentang musik, gue emang gak punya idealisme tinggi --bukan penggemar salah satu band, gak pernah ngedengerin satu album sampai habis, hobby beli MP3 bajakan, kompilasi pula! Mungkin mereka, para pemusik itu, akan nganggep gue pendengar yang rada menjijikkan. Lha wong gue emang mikir bahwa musik itu untuk dinikmati dengan cara masing-masing kok, gak perlu pusing untuk memahami tema sebuah album toh...Gue ini trader, bukan juri sebuah ajang musik internasional jeee...hehehe.
Jadi kalau suatu hari ada seorang teman maniak musik yang memandang gue ini agak menyedihkan, gue sempet garuk-garuk kepala juga. Dengan idealisme tinggi dia bilang, bahwa dia menghargai musik dengan cara menikmati semua lagu di sebuah album, pantang cuman dengerin satu lagu andalan doang, haram buat beli MP3 bajakan, boro-boro kompilasi. Gue yang emang dasarnya males mikir, cuma cengengesan doang. Tapi, saat dia bilang bahwa orang lain yang gak seperti dia = moron, gue mulai ngeluarin tanduk deh. Dengan sebal gue bilang, loe anggep orang lain bodoh, tapi belum tentu orang lain nganggep elo pinter! Dung..dung..tak..dung..dung...bunyi genderang perang bertalu-talu. "Dangdut is the music of my country...." Gitu kata Project Pop. Makanya, lucu juga ngedenger orang-orang yang pada mencibir ama musik dangdut, katanya kampungan! So, my country is kampungan? pikir gue. On that way, people of my country also kampungan, jadi penggemar Hip-hop, R&B, Jazz, Rap yang sering dateng ke cafe-cafe elit Jakarta juga kampungan kan? Hahahaha....Waktu gue bilang, it's just a matter of taste, temen gue nyelutuk "berarti taste elo yang kampungan!" Weeeeh. Gampang emang ya men-cap orang sebagai "kampungan." Mendeskreditkan sebuah aliran musik sebagai kampungan. Mari kita tilik orang kampung, emang pada doyan ngegelar acara dangdutan tiap ada perayaan --pesta kawinan, sunatan, 17-an, tahun baru-an, lebaran-- semua berbau dangdut dengan pantat geal-geol. Tapi orang kampung juga sering menanam padi dan ngebajak sawah, jadi itu juga pekerjaan kampungan. Orang kampung juga punya rasa solidaritas tinggi terhadap lingkungannya, ups, itu juga kampungan. Orang kampung......halah pokoknya semua yang dikampung itu kampungan kan?! Padahal orang kampung itu yang men-suply 80% kebutuhan beras. Orang kampung yang membuat industri musik gak mati (seperti industri film yang sempet cuma diramaikan oleh film berjenis desahan, ah uh, aaah…sshhh…pedes!) karena hobi ngebeli album dangdut. Mereka pula yang memberi ide banyak dibukanya restoran ala makanan kampoeng (gurame goreng dan sambel lalapan), lengkap dengan dangau-nya. So, think again, yang kampungan itu sebenernya mereka atau elu? (emosi neh gue...hehehe) Kampungan itu menurut gue adalah penggemar boys band di tahun 2006; orang yang ngutang dan lupa bayar; yang nyomot makanan gue sebelum gue selesai makan; yang pake baju batik ke acara DJ Tiesto; especially, yang suka mencela-cela orang lain tapi gak tau kalo orang lain juga jijay-bajay ngeliat tampangnya. Norak abesss!!! (sambil nunjuk-nunjuk elo neh, Cun! Hahahaha) Baru aja selese nonton Peterpan, keluar berita di infotainment kalo keyboardist, Andhika, dipecat dari Peterpan. Nah lho...mungkin karena dia sering mencomot makanan orang lain ya? Well, sekarang emang grup band lagi booming, era boys band yang personilnya bertampang ganteng-ganteng banci; suara pas-pasan --pas mereka nyanyi, gue pun pingsan--; plus blocking gerakan tari yang ruwet itu emang udah lewat. Thanks, God! Tahun ini pembunuh akan merajalela, yaitu band The Killers, mereka yang jadi closing Moonman MTV lho. Hayah gilirang ngomongin The Killers, Panic at the Disco; Green Day...kok gak ada yang bilang mereka kampungan ya? Iya lah, Amerika gitu lhooo....mana ada yang norak. You think so?! Wah, ternyata emang masih banyak yang terperangkap di era 80an, zaman film Catatan Si Boy yang so LA, kayaknya kata "Los Angeles" selalu ada di setiap itu film yak. "Mah, Boy besok balik ke LA nih, beliin Ferarri baru ya." "Iya Boy, besok mamah belikan. Karena kamu anak pinter, rajin sholat, baik hati dan tidak sombong, rendah hati, ganteng, anak orang kaya banget, jago berantem, hobi menabung, kuliah di UCLA pula...." (See, sounds disgusting kan?) Ke laut sono loe, Boy! Paling-paling pulang ke Indonesia kaga lulus, udah gitu ngehamilin anak orang pula disana, huaahahaha.
Jauh mimpku...mimpiku dengan inginku. Ku harus lepaskanmu...melupakan senyummu. Semua tentangmu, tentangku hanya lara. Jauh ku jauh mimpiku dengan inginku (Jauh Mimpiku by Peter Pan)
-Depresi gak kesalur neh gue-
|
posted by fire-fly @ Permalink ¤8:10 PM  |
|
|
|
|