Gue Bangetz!
I like tulip and butterfly. Chocolate candy makes my life brighter. Want you to treat me like I'm a queen bee.I can be sweet and very infantile.I also can be viciously unkind. Just remember that I can be strong and tender.
Baca Dooong
Archives
Fans Silahkan Isi


Name
Email
URI
Msg
Blog Orang Gila

Narcism

  • Life is not about chances, but choices. And destiny not to be waited, but achieved (Winston Churcil)
  • Well behave women never make history
Image Hosted By
Links
Designed-By

Visit Me Klik It
Credite
15n41n1
 
Wednesday, July 12, 2006

Yearning

tender feelings heal with flowers
when your woes and sorrows leave you overwhelmed
for the state of endless sadness or uncompleted mourning--
take star of bethlehem,
there's willow if bitter, when helpless--wild rose,
some sunshine wattle revives all lost hopes
but for a simple case of longing--
what are we to do when homeless in our
hearts and souls

some of us take daring chances following our lovers--
the passion we can trust...
others just cannot sit still--
they're driven by the power of mighty wanderlust
wherever we go, god, we're trying so hard
to make every place feel like home left behind
but despite of all endeavours—nothing changed,
as ever--we're homeless in our hearts...

but i'm yearning no more
'cause i found my home in you
and now it's where i belong
i gave up the world to be with you

come to me, i'll soothe your yearning...

is this what you've always dreamed of
the aim of our desire is hard to recognize
it often stares you in the face and yet, against all reason,
takes the longest time to find
you circle the globe, go native, go far...
but it's not a country or a town, not a house...
what's the use of distant travel if only to discover
--you're homeless in your heart

come to me, i'll soothe your yearning...


Those words upward have a lot meaning for me. I just realized how i’ve been such a coward yeeling about “yearning” all the time, but pointing my finger to someone else like he founded guilty as its charge—responsible for my yearn. Stupidly, I’ve talked about love so many times, but never dare following my heart neither lovers. I was just followed my lust.
So now, better I just shut my big mouth. Officially closing my blog—hope for temporary—til I found a man whom I can believe, say “I’ll soothe your yearning because my heart is where you belong.” Wish me luck.

-The End-

posted by fire-fly @ Permalink ¤8:27 PM   0 comments
Monday, July 10, 2006

~Gender~

Sewaktu sedang mendiskusikan tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan (diskusi yang sangat dibutuhkan sebenarnya), pacar saya terus-terusan menyebutkan kata “genre.” Walau telah saya coba koreksi secara halus, dengan berulang kali menyebutkan kata ”gender” dalam kalimat-kalimat saya. Dari diskusi persuasive, tak terhindarikan berubah menjadi argumentative. Ditambah lagi dengan kejengkelan saya yang sudah memuncak mendengar kata “genre.”
Saya pandangi pacar saya, mendadak sebel banget ngeliat tampangnya. Dan tiba-tiba perasaan sayang saya padanya melempem seperti kue apem direndem air. Karena perut saya yang sontak “mules,” saya pun ngeloyor ke kamar mandi dengan raut muka gak karuan geramnya. Dia pikir saya kesal karena berbeda pendapat dengannya!
Duh, bukan ingin punya pacar seorang guru bahasa inggris atau seorang native speaker. Tapi setidaknya orang yang tau bahwa arti kata “gender” adalah jenis kelamin, dan “genre” adalan aliran/gaya. Apa keinginan saya terlalu muluk?
Kalau keinginan salah seorang teman saya, Andri, adalah punya cowo yang paling enggak tau persamaan “New Zealand” dan “Selandia Baru.” Apa keinginan dia terlalu muluk? Saya percaya, kami bukan menginginkan seseorang yang jenius. But, pleaseeee deh, surely not a moron!
Lucunya, sewaktu saya katakan kepada pacar saya, bahwa saya sering sekali mengalah untuknya dengan “meng-iya-iya-kan” saja omongannya. Dia gak percaya! Padahal sering kali saya menahan emosi atas “kebodohan-kebodohan” kecilnya. Kecil pun kalau sering bisa bikin ilfil lho.
Truly, small stuff makes big difference!
Mungkin saya bodoh, tidak mengatakan dengan terus terang kepadanya. Tapi cowo, mereka marah kalau dikoreksi! Tapi kalau tidak dikoreksi, bikin gemes hati. Ditambah buruk lagi dengan mereka tidak mengerti bahwa buat perempuan hal-hal kecil bisa jadi masalah. Dan masih pula dia bilang saya gak sabaran dan suka membantah?! Phiew… Finally, it’s like a devil circle. And those morons being a moron for another century!

posted by fire-fly @ Permalink ¤8:08 PM   0 comments

~Losing It~

I heard that if we don’t get love in return is the most hurt thing. That’s wrong! The most hurt when you realized that you have no capability loving others—but yourself. Coz since u realized it; you wouldn’t give a damn to what they call as “love” anymore. Then so sudden you feel like you are all alone by yourself in this world--standing on an empty street. Not even know who you are, what you are, and anything have made you so.
Mature love is when you say “I need you because I love you” not the contrary. But so far I only ever said “I love you because I need you,” I can tell how ignorant I’ve been. It’s the same meaning if I said, I’ve never loved anyone in my life. I only ever needed them. They did teach me pedagogically how to need them, not to love them; and I’ve never wanted to learn anything, just it. I’m a peculiar pedant. But you can call me moron.
I lost temper for once more, do I regret it? Frankly, I do. I lost someone again recently, do I regret it? Honestly, I don’t. Did I tell him lie--dare to said “love?” I did not, I was fascinated. If fascinating is a sin, then I’m a sinner. Burn me in hell, I’ll proudly make a commotion in there. It’s my artifice, I guess. Sin is a magnificence art; and I’m tough the way you wouldn’t understand. I can not change—I don’t want to, do I need to? Just be benignant to me, can you? Coz I’m losing it, again.
I realize that, to be in love is to understand that love always can be broken. And broken heart is like a broken mirror, only will hurt you when you’re trying to fix it. And now my fingers hurt, Hunk!

posted by fire-fly @ Permalink ¤7:17 PM   0 comments
Sunday, July 09, 2006

~Mass Stupidity~

Benar kata penyanyi Pink yang berambut merah jambon itu “Stupid Girls are around me.” Mereka yang bertubuh langsing, outfit keren, bertingkah kemayu dengan memoleskan lipstik setiap bertemu cermin, merasa seksi walau tidak pernah benar-benar paham arti kata itu hadir setiap saat di tayangan tv. “They-TV stations-don’t give us a choice” lanjutnya lagi.” Atau seperti kata Samuel Mulia yang menulis di kolom parodi di harian Kompas, “majalah mode dan life style seperti ‘memaksa’ kita untuk percaya bahwa mereka adalah barometer dalam mengambil kesimpulan model mana yang in-out.” Sampai-sampai bisa mempengaruhi keputusan kita untuk membeli sebuah blazer dari bahan wol buatan desainer eropa atau dasi pencekik leher yang amat menyiksa dikenakan untuk cuaca Indonesia yang panas. Mereka mencekoki kita dengan berbagai tampilan yang ‘terpaksa’ kita lihat karena ga ada pilihan lain. Who the hell they think they are?!
Beberapa hari ini saya sibuk memaki-maki – karena saya gak punya kesibukan lain, lebih tepatnya sedang tidak ingin disibukkan. Saya menonton program televisi, mulai dari tayangan infotainment yang dalam sehari ada berpuluh-puluh itu, program nyanyi menyanyi, reality show dan sinetron yang hanya betah saya tonton selama 5 menit.
C’mon! saya berteriak, gak ada lagi acara tv yang lebih bagus?! Sambil merungut kesal, neurotic saya kumat.
Seorang artis anu yang gosipnya berselingkuh dengan Mr. X dan Mr.Y sampai harus menggugurkan kandungannya dan dituntut suaminya yang seorang pengacara. Program pencarian bakat menyanyi yang katanya reality show-saking reality-nya sampai memperlihatkan kehidupan sehari-hari para akademia yang hanya ‘boleh’ makan mie instan itu (pesan sponsor bow!)-yang pesertanya gak becus nyanyi, malah dijadikan pemain sinetron ‘kolosal’ alias rame-rame yang ga rame. Kenapa gak diubah aja jadi pencarian bakat pemain sinetron?! Acara pengumpulan dana untuk penyanyi anu yang sedang terserang penyakit oleh rekan-rekan seprofesi, untuk memperlihatkan rasa solidaritas yang tinggi? Sementara masyarakat yang diberi suguhan ini hanya mampu ngiler melihat gaya hidup mereka. Jangankan untuk mampu merasa solider, untuk tidak ber-iri hati pun sudah menghabiskan seluruh ruang didalam hati.
Masih ada pula ajang cari jodoh, reality show yang benar-benar berskenario! Adegan suap-suapan saat makan malam romantis yang sangat dibuat-buat oleh para pencari jodoh, sampai slow-dance yang penuh pelukan. Katanya mereka baru kenal sehari lho! Dan narator masih sempat pula membaca skrip “pasangan serasi yang tengah dimabuk asmara ini, bla bla bla…” Oh my God! Saya benar-benar merasa dianggap sebagai pemirsa setia yang dengan setianya dibodohi.
They
don’t give us a choice-for being smart.
Karena semua sudah diprogram dengan sangat teliti untuk menjadikan kita bodoh, supaya chip-chip dalam otak kita dan setiap inci sel-selnya gak berfungsi dengan efektif. Semua impian yang menjadi dasar sebuah tindakan, tidak lebih luas dari sepetak RSS (Rumah Sangat Sederhana). Daym! Kemanapun saya menoleh, saya disuguhi hal yang itu-itu lagi. Berpikir lebih anarkis, mungkin semua itu untuk menahan keinginan berdemonstrasi di bundaran Hotel Indonesia. Karena seharusnya kita tidak punya keinginan yang lebih. Bahwa seharusnya kita sudah puas dengan apa yang ada. Dengan tayangan telivisi yang mampu membuat pantat kita tidak beranjak dari sofa. Karena mimpi-mimpi itu ada di dalam kotak telivisi! kenyataannya? Bermimpi kemudian tidurlah!
Suatu sore yang indah sambil ditemani secangkir teh manis hangat, saya membaca Koran. Sambil lalu, saya menangkap juga perkataan seorang reporter yang sedang meliput tentang sebuah ‘barang’ baru berwarna oranye di jalanan kota Jakarta. “…dan busway ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di jalan-jalan utama…bla bla bla..” seperti mendengar petir pada siang hari ditengah-tengah gurun Sahara, saya mendongakkan kepala untuk menonton liputan tersebut. Astaga! Sebuah stasiun tv --penghibur duka lara-- karena saya anggap mereka yang paling jarang membodohi saya, telah mengatakan sebuah kata ‘sakti.’ Gimana gak sakti, karena begitu mendengar kata itu segera dapat membuat kepala saya berdenyut, mulut saya ternganga, tenggorokan saya tercekat. Busway! Jalan bis. Bis yang anti macet itu mereka sebut busway! Kalau yang ada hanya ‘jalan bis’ lalu dimana bis-nya? Apakah nama ‘Trans Jakarta’ sama sekali gak ada artinya?!
Begitu mendengar salakan saya ini, Ayah saya berkomentar “nama ‘busway’ telah begitu memasyarakat sehingga mereka pun (reporter-reporter) juga menggunakannya.”

Saya gak perduli kalau ada orang yang masih bodoh menyebutnya dengan ‘busway.’ Tapi stasiun televisi adalah media formal yang ditonton oleh orang banyak! Seharusnya mereka bertanggung jawab memberi informasi kepada pemirsa dengan cerdas.” Saya ngotot.
Yang penting kan pemirsa mengerti apa yang mereka maksud.” Kata Ayah saya tenang
Arghhh bukan masalah mengerti-dimengerti, kembali kepada esensi kata ‘busway’ dan ‘trans Jakarta’ jelas-jelas beda arti.”
Lho nanti kalau reporter itu sebut ‘trans Jakarta’ jangan-jangan gak ada yang ngerti.” Kata Ibu saya ikut-ikutan membela pembodohan.
Itu urusan mereka yang gak ngerti!” Kata saya emosi. Siapa suruh bego?!” tanya saya tanpa perlu jawaban. Tapi media informasi formal tidak perlu ikut-ikutan bego, kata saya melanjutkan dalam hati.
Bukannya saya sok cinta dengan bahasa Indonesia-karena saya sendiri bukan pengguna bahasa Indonesia yang baik dan benar. Boro-boro! Bahkan saya lebih sering menggunakan bahasa Inggris untuk menunjukkan my sophisticatedly. Tapi setidaknya, saya tidak membodohi diri sendiri! Jadi saya lalu berusaha mencari siapa sesungguhnya kambing hitam untuk permasalahan busway vs Trans Jakarta ini. Masyarakat yang membaca kata ‘busway’ yang dicat putih di atas aspal, untuk kemudian dengan seenaknya mempopulerkan nama itu kah? Atau media informasi yang telah meniru nama populer tersebut kah?
Sampai esoknya, dalam perjalanan menuju kantor di kawasan Sudirman. Sambil nyetir saya sempatkan melirik ke sebuah terminal penghubung bis besar bergambar rajawali itu. Dan mendapati kata ‘Busway’ tertulis besar-besar di plang hijau markah jalan yang disedikan oleh pemerintah untuk fasilitas umum itu. Saya pun mengatupkan bibir dan diam tak mampu berkomentar. Dan saya terhenyak sewaktu didepan bundaran Hotel Indonesia, juga terdapat plang hijau, dengan gambar panah lurus bertuliskan “Bunderan HI.” Ooooo No! jerit saya frustasi. Mungkin isi kamus bahasa perlu direvisi, kata “bundar” menjadi “bunder.” Topi saya bunder, bunder topi saya…. Kalau tidak bunder, bukan topi saya.

posted by fire-fly @ Permalink ¤7:06 PM   0 comments
Friday, July 07, 2006

~Rasa Kehilangan~

Takjub juga saya menyadari bahwa perasaan kehilangan itu merupakan suatu pengalaman yang paling menyakitkan. Tidak hanya untuk saya, tapi bagi kebanyakan orang juga. Baik kehilangan orang tua, saudara, teman, kekasih ternyata bisa meninggalkan trauma. Entah kehilangan karena ditinggal selingkuh, meninggal dunia, atau bahkan tanpa alasan yang jelas. Itu kata salah satu penyiar radio yang saat ini sedang saya tune-in lho. Kalau gak percaya, tanya aja ke teman-teman atau orang-orang yang ada disekitar kalian.

Nah, kemudian saya jadi kepikir akan rasa kehilangan. Alih-alih kehilangan kekasih, binatang peliharaan atau tanaman yang mati aja bisa membuat saya tersedu-sedu. Dulu saya pernah terpaksa mem-flush seekor ikan koi yang mati. Dan saya hanya bisa manangis diam-diam karena rasa bersalah dan kehilangan. Kelak, setelah saya dewasa akan semakin banyak lagi rasa kehilangan yang saya alami. Saya baru mengerti, ternyata rasa kehilangan--berapapun umur saya--tetap merupakan pengalaman yang menyakitkan.

Sekarang, setelah lebih dari 15 belas tahun, saya baru berani untuk memelihara seekor ikan piranha (becanda denk, cuma ikan hias biasa berwarna ungu kok, hehehe). Yang diberi sebuah “rumah” berupa botol kaca bening yang sekarang saya letakkan diatas meja komputer. Ikan ini nampak tertarik mengamati jari-jari saya yang bergerak diatas tuts. Sepertinya dia juga sama bahagianya dengan saya mendengarkan lagu R&B “Over and Over.” He as rocks as me! Bahkan mungkin saja dia juga seorang observer seperti saya. Hehehe.

Kalau saya pikir-pikir, pacar itu kok seperti binatang peliharaan ya. Perlu dirawat dan diperhatikan. Dan yang paling penting adalah benar-benar mengetahui apa yang mereka butuhkan. Analogi saya memang agak sinting. Tapi kalau direnung-renung, ada benernya juga ah. Seringkali kita mengeluh “capek” karena merasa telah memberikan “segalanya” kepada kekasih, tapi kok kenapa mereka masih saja berselingkuh; berbohong; bertingkah aneh; membuat kesal? Entah mereka sebenernya punya otak, atau jangan-jangan isi kepalanya kosong? seringkali saya merutuk.

Mungkin saya telah memberikan sesuatu yang bukan merupakan kebutuhan atau keinginan mereka. Akhirnya jadi bernasib sama tragisnya dengan si ikan koi, karena terlalu banyak diberi makan jadi mati kegendutan. (Wecksss! Saya pikir, saya yang kegendutan aja gak mati-mati kok! Hehehe). Kalau kita tau apa yang dibutuhkan oleh pasangan, mungkin kesalahpahaman seperti berikut ini bisa terhindarkan. Misalnya, saya menelfon untuk tau keadaannya, dianggap ingin menyelidiki. Saya ingin sekedar memberi perhatian, dan bertanya dengan siapa dia makan siang hari ini, dia pikir saya gak percaya padanya. Akhirnya ya bertengkar heboh. Saya pikir mereka gak ngerti saya; mereka pikir saya resek. Saya bilang butuh diperhatikan; mereka bilang butuh dipercaya. Ribet kan?!

Sekarang mungkin saya harus mulai menyadari semua makhluk hidup punya kebutuhan masing-masing. Setiap manusia punya kebutuhan berbeda. Setiap orang itu unik, sehingga cara memperlakukannya pun juga berbeda. Seperti halnya perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

Mungkin kita tidak pernah benar-benar berusaha untuk tau apa yang pasangan kita butuhkan. Dan saya terkagum-kagum pada efek sebuah ketidak mengertian akan kata “kebutuhan” bisa membuat saya kehilangan seekor ikan dan seorang kekasih. Alhasil, lagi-lagi saya menangis tersedu-sedu karena merasa kehilangan. Well, yeah intinya sih kita sering memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Padahal kebutuhan kita berbeda.

Jadi sekarang, saya berniat memelihara ikan saya dengan lebih baik. Dan mencari tau kebutuhan-kebutuhannya, sehingga dia merasa nyaman—dan tetap hidup. Misalnya, air tempat tinggalnya di ganti setiap beberapa hari, memberik makan secukupnya saja, ikut begadang nonton piala dunia akan menyenangkan hatinya, berusaha mengerti bahwa kalau dia hanya berbicara sedikit bukan berarti gak cinta. Supaya dikemudian hari saya tak lagi merasa kehilangan. Sebetulnya saya ngomongin peliharaan apa pacar sih? Ah, saya anggap gak ada bedanya tuh!

Tapi, kalau memerlukan waktu 15 tahun bagi saya untuk mampu mengatasi rasa kehilangan akan seekor ikan. Lalu berapa tahun saya perlukan untuk mengatasi rasa kehilangan akan seorang kekasih? Ugh, good question!


posted by fire-fly @ Permalink ¤6:21 PM   0 comments
Monday, July 03, 2006

~MY HEROES~

Bagi saya pahlawan adalah mereka yang telah membantu saya tanpa pamrih; menyayangi saya tanpa syarat; mendukung saya tanpa manghakimi. In one sentence, they assist me to endure in this life. They are:

  • Ibu. Bukan saja karena telah melahirkan dan membesarkan saya. tapi karena sampai sebesar sekarang pun beliau masih tergopoh-gopoh mengoleskan minyak serai kalau saya terjatuh (walau sambil mengomel). Atau menyorongkan obat kumur antiseptic, sampai menyiapkan botol minum saya. Ibu sangat membantu untuk urusan hal-hal kecil yang sering terlewatkan oleh saya. Walau Ibu tetaplah manusia biasa yang sering berbuat salah atau membuat kesabaran saya diujung tanduk karena susah diajarin cara menggunakan telfon genggam. Tapi Ibu tetaplah orang yang akan selalu saya cium tangan dan pipinya, serta berikan senyum di pagi hari saat saya akan keluar rumah—kadang saya kasih cengiran kalau pulang subuh, hehehe.

  • Sahabat. Mereka bukan hanya teman saat euphoria karena cimeng. Tapi orang yang mampu berbagi dengan saya dan juga mau mendengarkan kesedihan saya. Memeluk saat gak ada orang yang mau meluk saya. Bahkan mungkin orang yang akan “nge-goblok-goblok-in” kalau saya lagi kumat keras kepalanya. Tapi seorang sahabat saya lah yang telah membuat saya mampu untuk melihat sisi indah dunia ini lagi. Walau mungkin dia tidak tau rasa terimakasih saya, tapi saya yakin dia bahagia telah membuat saya mampu untuk tersenyum kembali--apalagi kalau dikasih sebotol JD, hehehe. That’s what best friends are for.

  • Strangers. Pernah satu kali saya pengen ngerasain naik bis kota. Kata teman saya “Seru juga lho!” Walau akhirnya saya harus mual-mules-gemetaran didalamnya karena harus berdiri berjubelan. Seorang lelaki yang gak saya kenal, menawarkan tempat duduknya untuk saya. Lalu saya berikan senyum setulus-tulusnya untuknya (sambil komentar dalam hati “Ganteng juga. Yuux...”) Bagi saya, dia adalah “Hero of the Day.” Mungkin dia tau dengan cara itu saya berterimakasih padanya.

  • Diri saya sendiri. Ya! Saya adalah seorang pahlawan—setidaknya bagi diri saya sendiri. Karena setiap saat saya berjuang dan berusaha untuk tetap hidup. Menghadapi berbagai persoalan yang terkadang hampir membuat saya menyerah. Berjuang melawan sakit migrain, batuk menahun, operasi amandel, beberapa kecelakaan, dua kali patah hati, seribu kali sakit hati, sejuta kali dibohongi….dan sebagainya. Tapi, syukurnya, sampai hari ini saya masih bisa memberikan senyum pada diri sendiri setiap saya bercermin (cermin saya gak ikutan bersyukur). Bahkan terkadang saya sering juga menertawakan ke-naifan diri sendiri. Hehehe.

Kalau guru disebut sebagai “pahlwan tanpa tanda jasa,” beberapa pahlawan saya diatas mungkin adalah “pahlawan yang dihadiahi senyum.” Karena memang seringkali kita lupa mengucapkan “terima kasih” kepada para “pahlawan” tersebut, tapi menghadiahi dengan senyum. Baik itu senyum jelek, tulus, bahagia, lebar, bahkan senyum ngeledek. Begitu juga dengan kekasih yang memberikan saya cinta, seringkali hanya saya hadiahi dengan berbagai senyum tersebut. Jadi saya pikir, senyum adalah hadiah terbaik yang bisa diberikan. Dengan tersenyum, orang tau bahwa kita bahagia bersama mereka. Bukankah bahagia itu tak ternilai harganya.
Can’t smile without you. I can’t smile without you. Can’t smile oh I can’t smile….

Tips iseng:

  • Saya percaya setiap orang butuh seorang hero dalam hidupnya, agar menyadari bahwa dalam hidup kita membutuhkan bantuan orang lain. Juga arti pentingnya peran orang-orang yang telah mendukung kita baik secara moril maupun spriritual; serta sosial dan intelektual.
  • Bermurah hatilah untuk membantu orang lain, walau bantuan yang terkesan sangat kecil nilainya untuk kita, mungkin bagi orang lain we are their hero of the day.
  • Berbangga hatilah kalau hari ini telah membantu orang lain. Dengan begitu kita akan menyadari bahwa telah ikut berperan serta dalam kehidupan ini. Maybe, one small thing will make a big difference.
  • Jangan lupa tersenyum pada orang yang telah membawa kebahagiaan. No sweat for smiling :)
posted by fire-fly @ Permalink ¤4:15 PM   0 comments

~Windows XP~

Hanya untuk yang bener-bener gaptek. Dulu PC sangat gak mau “berteman” dengan saya, padahal saya sangat ingin bersahabat dengannya demi kepentingan perkerjaan dan hobby ber-internet ria. Ingat akan masa lalu saya yang tragis—dalam pembuatan skripsi--saking gagap tekhnologi. Berikut akan saya sajikan beberapa cara praktis untuk lebih mudah bercinta dengan PC—ternyata komputer juga butuh “cinta dan perhatian” lho. Hahahaha…

1. Bookmark. Sering banget kita surfing di situs-situs yang menarik, tapi males untuk mengingat nama situs tersebut. Karena saya seorang blogger, teman-teman yang gak punya blog untuk bisa me-link alamat blog saya, sering kali harus bolak balik tanya—dan saya terbosan-bosan mengetik alamat blog saya ini. Hehehe. So guys, please pake donk fasilitas BOOKMARK di Internet Explorer (IE) kamu untuk menyimpan alamat blog saya. kalian pada suka kan baca tulisan saya, ayolaaah akui aja. Hahahaha….

Pada bar carilah kata [bookmark] (saya menggunakan IE Mozilla Firefox), kemudian klik [bookmark this page]. Pada kotak yang muncul, klik tombol imut disamping kolom “create in: bookmark” lalu klik [new folder]. Dan buatlah nama folder untuk menyimpan dengan lebih rapi. Seterusnya aturlah penyimpanan alamat-alamat situs favorit. Jadi lain kali kalian mau kembali ke situs menarik (dan blog saya yang indah ini) gak usah pusing-pusing mikir lagi. Gampang kan?

2. PC mulai lelet? Mungkin perlu degrament (menyusun file). Disk Defragmenter bisa dijumpai pada bagian [start][All programs][accessories][system tools]. Ada dua tombol yang perlu diperhatikan [analyse] akan men-scan dan memberitahu user bahwa degrag memang dibutuhkan. Selanjutnya, tombol [degragmenter] akan melakukan tugas defrag dengan benar. Yang pasti proses ini akan manyita waktu berjam-jam. Jadi pastikan, kamu lagi gak janjian chatting dengan pacar. Lakukan derfrag setiap 3 bulan.

3. Tampilan lambat. Penampilan windows XP emang keren abis, tapi bila kamu memakai pc tua dengan spesifikasi rendah, bisa jadi emosi karena pengoperasiannya tertatih-tatih. Jadi, matikan saja semua efek tampilan. Klik kanan pada area kosong di desktop, klik [properties], pilih tab [appereance][effects…]. Hilangkan tanda centang dari [use the following transition effect for menus and tooltips]. Hilangkan juga centang pada [show shadows under menus] dan [show windows content while dragging].

4. System restore. Akan mengembalikan pc kamu pada keadaan normal sebelum kesalahan sistem terjadi. Buka [start][help and support]. Klik link [undo changes to your computer with system restore]. Pada jendela yang muncul, pilih [create a restore point][next], lalu ketikkan waktu dimana komputer kamu masih normal pada kotak isian “restore point description.” Kembalian sistem PC ke normal dengan mengeklik [restore my computer to an earlier time][next]. Sebuah kalender muncul dan kamu tinggal klik titik restore-nya.

5. Spyware. Selain menjengkelkan juga berbahaya. Beberapa perusahaan menginstal spyware pada PC untuk memantau kebiasaan browsing. Spyware bisa mengobrak-abrik rahasia kita dan menimbulkan resiko keamanan bagi yang suka belanja online dengan kartu kredit. Ih syereeem kan. Ada beberapa cara untuk mencegah spyware. Pertama, bukalah [satart][control panel] dan klik dobel [internet option]. Klik tab [security] kemudian [custom level…] dibagian “custom.” Aturlah agar keamanan akses internet mencapai taraf maksimal. Kedua, aktifkan program firewall. Fitur ini sebenarnya sudah siap install di windows. Kamu juga bisa meng-install program berguna untuk menangkal dan menendang spyware. Tinggal pilih Ad-aware dari www.lafasoftusa.com , atau Spybot dari www.spybot.com

Bagi yang demen software gratisan. Ini ada 4 fitur tambahan untuk Windows XP, yang menurut saya sih keren banget!

  1. Cursor XP. www.stardock.com
    program ini akan menambahkan jendela tab baru pada boks dialog Mouse Properties, dan kamu bisa milih 11 ragam pointer. Dapat juga mengatur efek bayangan tiga dimensi, mangatur tinggi, titik sudut, ketajaman gambar, sampai terang-gelapnya gambar. Tersedia pula pengaturan hotspot kursor, yaitu titik dimana kursor mengeklik layar agar sesuai dengan kebutuhan kerja. Juga bisa mengatur kecepatan perpindahan frame pada kursor animasi. Bahkan kita bisa membuat kursor animasi sendiri lho! Kamu tinggal bikin gambar kursor dengan program grafik dan menympannya dalam format .bmp. setelah itu buka file tersebut di cursor XP dan atur frame-nya.

  1. ObjectDock. www.stardock.com
    Gunakan ObjectDock sebagai pengganti taskbar, yang memperlihatkan animasi dan ikon yang sempurna. Kamu bisa menambahkan lebih banyak lagi shortcut ke program ini, dengan cara mengeklik-kanan are kosong dan pilih [add][new shortcuts]. Tersedia pilihan konfigurasi sampai setting transparasi, sarana untuk melihat apa saja yang tersembunyi di balik layar. Lebar dan tinggi ObjectDock bisa disetel, demikian halnya pembesaran ikon shortcut. ObjectDock bisa ditempatkan di atas, bawah, kirii ataupun kanan layar. Adapula efek-efek tertentu yang sungguh sangat menyenagkan, seperti tombol yang bisa mengeluarkan cahaya, bergoyang, melambung, berputar dan sebagainya.

  1. BinManager. www.cheztabor.com/binmanager
    Recycle Bin Windows nantinya akan memilihi tambahan satu perintah lagi. Setelah diinstal, klik-kanan ikon [recycle bin] dan pilih [delete items older than]. Kamu bisa memilih opsi sampah hari ini, kemarein, dua hari, tiga hari sampai 30 hari yang lalu untuk dihapus. Cara ini akan mempermudah mengendalikan isi tong sampah. Inilah utility yang sederhana namun membuat Windows makin lancar dioperasikan.

  1. SharpE. www.lowdimension.net
    SharpE merupakan software untuk mengubah tampilan shell atau kolom-kolom menu yang ada di windows. Apabila proses install sudah lengkap, Windows di-restart, maka tampilan menu di desktop akan berubah sama sekali dan bakal bikin bingung. Tombol start dan taskbar tidak akan terlihat lagi, dan tombol-tombol baru yang asing akan bermunculan di sekitar layar. Untuk memunculkan tombol start atau tombol lainnya, klik-kanan pada bar pada bagian atas dan pilih [plugins], yang memungkinkan kamu menambah beberapa tombol baru. tombol start tidak berguna lagi karena tergantikan oleh tindakan klik-kanan pada desktop. Tombol-tombol yang tersedia di desktop kini bisa mengakses langsung ke sistem informasi, seperti ke informasi tentang status memori. Saat menjalankan program atau membuka jendela aplikasi akan memunculkan sebuah tombol ikon di taskbar di bawah layar. Taskbar akan mengembang ataa menyusut menyesuaikan jumlah ikon yang muncul.
    Untuk beberapa hal SharpE memang tampak sulit, tapi semua jauh menjadi lebih mudah sesudah setengah jam kamu menjelajahi tampilan baru desktop.

Segini aja dulu yah, nanti kalo gak males saya bikinin lagi yang lebih banyak. Kalau gak bisa mengaplikasikannya, ya pake instinct aja. Kalau mau nanya-nanya ama saya pake telepati aja. Karena saya kan si gaptek yang sok tau--jadi sering bingung juga kalo kebanyakan ditanya. Hehehehe….

posted by fire-fly @ Permalink ¤4:11 PM   0 comments