Gue Bangetz!
I like tulip and butterfly. Chocolate candy makes my life brighter. Want you to treat me like I'm a queen bee.I can be sweet and very infantile.I also can be viciously unkind. Just remember that I can be strong and tender.
Baca Dooong
Archives
Fans Silahkan Isi


Name
Email
URI
Msg
Blog Orang Gila

Narcism

  • Life is not about chances, but choices. And destiny not to be waited, but achieved (Winston Churcil)
  • Well behave women never make history
Image Hosted By
Links
Designed-By

Visit Me Klik It
Credite
15n41n1
 
Tuesday, November 28, 2006
.::SENJA::.
(dedicated to Matahari)

Senja tak datang di pagi hari
tapi saat ini kupandangi pagi,
kenapa terasa seperti saat mentari
hendak meninggalkan senja?

saat sebuah hati tak ingin lagi kudiami
berkata "kamu tak sendiri dalam senja"
dan kata-kata itu seperti ngelangut dalam sunyi
entah apa aku yang tuli?

Dan ingin aku bisa pahami,
mengapa tak ada embun dalam pagiku.
Jadi, siapa bilang senja tak datang
di pagi hari?

Ps. poetry berjudul "senja" ini gue tulis saat menyadari keheningan yang mendadak di suatu pagi. Senja dengan konteks "perasaan sepi." Berdiri di lantai tertinggi sebuah gedung, gue melihat ramainya jalan pagi itu. Buat orang lain, matahari menyinari pagi yang indah itu. Buat gue, saat itu terasa seperti sebuah senja, ditinggalkan matahari. Menyadari bahwa keheningan itu hanya terjadi didalam hati gue sendiri, tanpa "matahari." Sedih.
posted by fire-fly @ Permalink ¤8:33 PM   1 comments
.::Musik Kampung(an)::.

Nonton acara musik Peterpan By Request di SCTV dan penghargaan musik Moonman di MTV, hari Minggu emang terasa gak se-membosankan biasanya. Karena biasanya hari Minggu kan hari paling norak sepanjang minggu --mata merem melek ngayalin yang jorok-jorok. Dan Mas Ariel emang keliatan so cute and cool in a time, really! ....And video clip of the year goes to.......Write Sins not Tragedies (Panic at the Disco), keren abis ya judulnya. Omong-omong tentang musik, gue emang gak punya idealisme tinggi --bukan penggemar salah satu band, gak pernah ngedengerin satu album sampai habis, hobby beli MP3 bajakan, kompilasi pula! Mungkin mereka, para pemusik itu, akan nganggep gue pendengar yang rada menjijikkan. Lha wong gue emang mikir bahwa musik itu untuk dinikmati dengan cara masing-masing kok, gak perlu pusing untuk memahami tema sebuah album toh...Gue ini trader, bukan juri sebuah ajang musik internasional jeee...hehehe.

Jadi
kalau suatu hari ada seorang teman maniak musik yang memandang gue ini agak menyedihkan, gue sempet garuk-garuk kepala juga. Dengan idealisme tinggi dia bilang, bahwa dia menghargai musik dengan cara menikmati semua lagu di sebuah album, pantang cuman dengerin satu lagu andalan doang, haram buat beli MP3 bajakan, boro-boro kompilasi. Gue yang emang dasarnya males mikir, cuma cengengesan doang. Tapi, saat dia bilang bahwa orang lain yang gak seperti dia = moron, gue mulai ngeluarin tanduk deh. Dengan sebal gue bilang, loe anggep orang lain bodoh, tapi belum tentu orang lain nganggep elo pinter! Dung..dung..tak..dung..dung...bunyi genderang perang bertalu-talu.

"Dangdut
is the music of my country...." Gitu kata Project Pop. Makanya, lucu juga ngedenger orang-orang yang pada mencibir ama musik dangdut, katanya kampungan! So, my country is kampungan? pikir gue. On that way, people of my country also kampungan, jadi penggemar Hip-hop, R&B, Jazz, Rap yang sering dateng ke cafe-cafe elit Jakarta juga kampungan kan? Hahahaha....Waktu gue bilang, it's just a matter of taste, temen gue nyelutuk "berarti taste elo yang kampungan!" Weeeeh.

Gampang
emang ya men-cap orang sebagai "kampungan." Mendeskreditkan sebuah aliran musik sebagai kampungan. Mari kita tilik orang kampung, emang pada doyan ngegelar acara dangdutan tiap ada perayaan --pesta kawinan, sunatan, 17-an, tahun baru-an, lebaran-- semua berbau dangdut dengan pantat geal-geol. Tapi orang kampung juga sering menanam padi dan ngebajak sawah, jadi itu juga pekerjaan kampungan. Orang kampung juga punya rasa solidaritas tinggi terhadap lingkungannya, ups, itu juga kampungan. Orang kampung......halah pokoknya semua yang dikampung itu kampungan kan?! Padahal orang kampung itu yang men-suply 80% kebutuhan beras. Orang kampung yang membuat industri musik gak mati (seperti industri film yang sempet cuma diramaikan oleh film berjenis desahan, ah uh, aaah…sshhh…pedes!) karena hobi ngebeli album dangdut. Mereka pula yang memberi ide banyak dibukanya restoran ala makanan kampoeng (gurame goreng dan sambel lalapan), lengkap dengan dangau-nya.

So,
think again, yang kampungan itu sebenernya mereka atau elu? (emosi neh gue...hehehe) Kampungan itu menurut gue adalah penggemar boys band di tahun 2006; orang yang ngutang dan lupa bayar; yang nyomot makanan gue sebelum gue selesai makan; yang pake baju batik ke acara DJ Tiesto; especially, yang suka mencela-cela orang lain tapi gak tau kalo orang lain juga jijay-bajay ngeliat tampangnya. Norak abesss!!! (sambil nunjuk-nunjuk elo neh, Cun! Hahahaha)

Baru
aja selese nonton Peterpan, keluar berita di infotainment kalo keyboardist, Andhika, dipecat dari Peterpan. Nah lho...mungkin karena dia sering mencomot makanan orang lain ya? Well, sekarang emang grup band lagi booming, era boys band yang personilnya bertampang ganteng-ganteng banci; suara pas-pasan --pas mereka nyanyi, gue pun pingsan--; plus blocking gerakan tari yang ruwet itu emang udah lewat. Thanks, God! Tahun ini pembunuh akan merajalela, yaitu band The Killers, mereka yang jadi closing Moonman MTV lho. Hayah gilirang ngomongin The Killers, Panic at the Disco; Green Day...kok gak ada yang bilang mereka kampungan ya? Iya lah, Amerika gitu lhooo....mana ada yang norak. You think so?! Wah, ternyata emang masih banyak yang terperangkap di era 80an, zaman film Catatan Si Boy yang so LA, kayaknya kata "Los Angeles" selalu ada di setiap itu film yak.
"Mah, Boy besok balik ke LA nih, beliin Ferarri baru ya."
"Iya Boy, besok mamah belikan. Karena kamu anak pinter, rajin sholat, baik hati dan tidak sombong, rendah hati, ganteng, anak orang kaya banget, jago berantem, hobi menabung, kuliah di UCLA pula...." (See, sounds disgusting kan?)
Ke laut sono loe, Boy! Paling-paling pulang ke Indonesia kaga lulus, udah gitu ngehamilin anak orang pula disana, huaahahaha.

Jauh mimpku...mimpiku dengan inginku. Ku harus lepaskanmu...melupakan senyummu. Semua tentangmu, tentangku hanya lara. Jauh ku jauh mimpiku dengan inginku (Jauh Mimpiku by Peter Pan)

-Depresi gak kesalur neh gue-
posted by fire-fly @ Permalink ¤8:10 PM   0 comments
.::No Granted::.

Oh, dengarlah sayangku....Aku mohon kau menikah denganku..... (Sung by Glen Fredly)
Marriage...oh geez, it's frighten me. Takut telah memilih orang yang salah. Worried if it didn’t work out. Belum lagi memikirkan berapa biaya untuk hidup berdua. 30 tahun hidup sendiri aja sudah repot banget ngurus ini dan itu. Masalah anak, orang tua, mertua, sodara dan ipar. Marriage is beyond my imagination. Makanya gue takjub ama mereka yang sudah menikah 10 tahun dan belum berniat untuk terjun ke jurang.
Lebaran hari ke-dua. HP gue berdering…riiiing.
“Hai, besok gue nyampe Jakarta jam 12 siang.”
“OK, telfon aja kalo udah nyampe. Besok gue kerja.”
“Gue jadi ngelamar lho.”
“Kata nyokap gue, dateng aja dulu.”
“OK, besok ketemu nyokap lu ya.”
Hehehe….bingung? baru aja gue tulis kalo marriage is beyond my imagination, tiba-tiba ada yang mau ngelamar. Gak usah bingung, me-so unpredictable. Entah tambah dewasa atau naïf--mungkin gabungan keduanya— buat gue sekarang, pernikahan adalah sebuah one step a head. Satu langkah maju. Gak ada orang yang mau melangkah mundur, diam ditempat juga gak bisa selamanya.
Marriage is a part of life. One of plenty choices we had. I choose to jump to it, with a bandage on my eyes. Kalo ada yang tanya kenapa gue menikah, bukan jawaban klise yang akan gue katakan, seperti untuk mendapatkan keturunan dan membina keluarga sakina, mawadah, warohmah (tiga kata terakhir lagi popular diucapkan oleh artis-artis Indonesia di infotainment, kira-kira mereka ngerti artinya gak ya?) Tapi jawaban gue kira-kira seperti ini: Well, kenapa tidak?

Kenapa Tidak?

Belum gue temukan satu jawaban atas pernyataan klise “kenapa tidak.” Kalo pertanyaan “Tidak, kenapa?” Nah! mungkin akan banyak jawaban-jawaban basi yang gue denger. Semacam, itu adalah kewajiban manusia yang berakal (versi agamaist); Harus, karena manusia adalah makhluk sosial yang gak bisa hidup sendiri (versi sosiolog); For sex, darling (versi bejad); Pokoknya nikah aja, titik (versi gak punya pendirian).
“Kenapa tidak” versi gue adalah, karena orang akan terlihat aneh diusia dewasa dan belum menikah. Kalo gak freak ya frigid. Well, label kedua-nya gak pengen nempel di jidat gue.

Life is a Terminal

Indeed! Itu pemahaman baru gue, bahwa hidup hanya sebuah terminal—persinggahan sementara. Is there life after life? No body knows. Yeah, orang lain bisa aja bilang setelah hidup ini ada tempat lain yang disebut “surga” dan “neraka.” Kalo tanya gue, I don’t know those places really exist or not, coz’ I’ve never been there. Yang gue tau tentang hidup dan tempat hidup ya sekarang ini. Berdiri diatas bumi dan menghirup oksigen yang tercemar karbon monoksida.
Kadang gue juga bertanya, kemana orang-orang itu setelah bergeming dan tak bernapas? That’s a mystery of futures.

Futures

Bahwa gue kebetulan bekerja pada sesuatu yang berhubungan dengan “futures,” gue menyadari banget bahwa sesuatu yang ada didepan completely a mystery. No one can be sure what will happen next. Gue cuma punya seperangkat tools berupa grafik untuk membuat prediksi. Kadang gue menang, kadang juga kalah. Sama seperti hidup dan pernikahan, siapa bisa meramal dengan tepat apa akhir dari sebuah keputusan? Tapi kalau enggak ngambil keputusan pun, gak bakal bisa tau didepan ada Aston Kucher atau Mas Tukul Arwana kan?. Yah, untung-untunganlah, kalo Mas Aston bisa buat calon suami, mas Tukul jadi tukang kebun….buat gue, selalu ada sisi bagus dari setiap kejadian busuk. Jadi, orang bodoh yang cuma berani diem. Not dare to walk through into mystery.

Fairy Tale

Bombed with A.C Handerson fairy tale, I grew up with a dream in my head that I’m one of little princes. But, once you are in early 30s, you’ll figure that life is bigger than a tale. There is no prince. No palace. We got to work real hard to get money for our meal and shelter (for a prince too?!) The only truth about tale is the ending word “happily ever after” with or without prince, but definitely with money. Materialistic gal I am.

Whatta Fuck?!

Yeah, whatta fuck life does! That’s probably what you guys say in silent. But, hell no! Beauty of life only figured by those whom have no granted. How? If you are asking me, at the end of my journey will be relief when I’ve tried hardest. I know, sometimes best isn’t enough. Isn’t enough for whom? It’s enough for me as long as I can say: “I did my best.” It doesn’t really suck, does it?
So, make a decision now….and never looks back. The luckiest person on earth is they who have no granted.
-lagi ngedumel sendiri
posted by fire-fly @ Permalink ¤8:06 PM   0 comments
~Lagi Melow Bersama Naff & Letto~

Masih Kekasihku
(Naff)
jauh dilubuk hatiku
masih terukir namamu
jauh didasar jiwaku
engkau masih kekasihku

tak bisa kutahan laju angin
untuk semua kenangan yang berlalu
hembuskan sepi
merobek hati

meski raga ini tak lagi milikmu
namun didalam hatiku sungguh engkau hidup
entah sampai kapan
kutahankan rasa cinta ini

reff. jauh dilubuk hatiku
masih terukir namamu
jauh didasar jiwaku
engkau masih kekasihku

dan ku berharap semua ini
bukanlah kekeliruan seperti yang kukira
seumur hidupku
akan menjadi doa untukmu

andai saja waktu bisa terulang kembali
akan kuserahkan hidupku disisimu
namun ku tau itu tak kan mungkin terjadi
rasa ini menyiksaku, sungguh-sungguh menyiksaku.


Sandaran Hati
(Letto)
yakinkah kuberdiri di hampa tanpa tepi
bolehkah aku mendengarmu
terkubur dalam emosi tak bisa bersembunyi
aku dan nafasku merindukanmu

terpuruk kudisini, terangi ia yang sepi
dan ku tau pasti, kau menemani
dalam hidupku
kesendirianku

teringat kuteringat pada janjimu kuterikat
hanya sekejap kuberdiri, kulakukan sepenuh hati
perduli ku perduli siang dan malam yang berganti
sedihku ini tak ada arti, jika kau lah sandaran hati

inikah yang kau mau?
benarkah ini jalanmu?
hanyalah engkau yang aku tuju
pegang erat tanganku
bimbing langkah kakiku
aku hilang arah tanpa hadirmu
dalam gelapnya malam hariku

Kenapa gue taruh dua syair lagu diatas dihalaman blog hari ini? Simple, karena dua lagu tersebut yang dua bulan terakhir ini sering berdengung dari speaker komputer. Sayang, gue gak bisa memperdengarkan lagu tersebut kepada kalian (tapi gue yakin lu semua udah pada tau ama ni lagu). Sesederhana alasannya, penjelasannya juga sangat simple.....berarti keadaan hati gue juga kurang lebih sama ama itu lagu? Has no other meaning but melow mode: on!

Hayyah! Udah beberapa bulan terakhir ini gak kepikiran urusan nyusruk-gasruk dengan mata bengkak didalam bantal, mewek. Emang hampir gak ada waktu, bahkan buat bernafas! Kalo orang bilang, gue terpuruk kedalam jurang pekerjaan -- yang lebih sinis lagi bilang itu adalah pelarian. Ho..ho...ho...Semua salah! I love my job. I live in it, i eat with it, even i breath there. That's the way i describe how i feel about my work. Sport jantung dan cemas ampe keringet dingin udah keharusan setiap hari. Cara ngebayanginnya gampang aja, pernah naik halilintar di Dunia Fantasi, Ancol-atau roller coaster di Disneyland, New York? Nah, begitulah rasanya. Teriak kenceng-kenceng...huwaaaaaaaaaaaaaaaa......dengan adrenalin yang terpacu 200km/jam, kemudian lega. Teriak lagi oooh aaah uuuh yeesss God..no....yesss...gimme more......punish me...yesss!!! Ups, ini lega bentuk yang lain. Tapi kurang lebih rasa nikmatnya sama kan? Hehehe (Olala....mulai cenat-cenut gue) Well, intinya gue mau bilang kalo pekerjaan gue begitu menguras emosi sehingga waktu nyampe ditempat tidur, gue cuman bisa tepar-ngiler, gak sempet "berkomunikasi" dengan libido lagi. Whatta life!

But that's my life...dan gue gak bisa ngebayangin hidup gue lebih daripada itu lagi. Ngurusin suami dan anak-anak? yah kapan-kapan aja deh. Mikirin pacar yang selingkuh? mungkin lain kali. Boro-boro sempet mikir mantan pacar yang udah ngegandeng seorang super model sebagai cewe barunya...nehi-nehi! Gak ada waktu....atau waktu gue terlalu berharga buat mikirin urusan gak penting begitu (cieeeh, gaya loe sejuta gal!)

Empat bulan lalu, di tempat billiard. Gue dan seorang begundal neraka lagi main billiard sambil ketawa ngakak, kaya orang paling bahagia di dunia ini. Jauh didasar jiwaku, engkauuu...masih kekasihku. Gak pake peringatan, lagu itu udah blesss nongol digendang telinga. Dan mak brebet! Saling pandang dengan si Begundal, nyata benar dua hati langsung mleos layu. Gue colek pinggangnya sambil ngomong pelan "hati gue nyesek, elu?" God damned that song! Siapa sih pencipta lagu itu yang tega-teganya memperkosa hati gue yang lagi (berusaha) bahagia?! Pacar lama, oh pacar lama....harus gue akui, kamu masih kekasihku. (KLBK nih --Kenangan Lama Bangkit Kembali-- meminjam istilah Ina) Brengseknya, di saat itu gue udah punya pacar baru....andai saja waktu bisa terulang kembali.....akan kuserahkan hidupku disisimu.....

Kemudian, apa yang terjadi?

Tiga bulan lalu, "Will you marry me?" (Hah!) Pagi-pagi buta, langit berawan mendung, tik..tik...tik....hujan mulai rintik, bau tanah basah tercium. Sisa-sisa perselingkuhan semalam masih terasa dibawah sana. "Will you marry me?" (Damned, it was not a dream) Sureeee....i'll marry you! (gak perlu mikir untuk ngejawab, nyatanya emang gue gak pernah mikir)
Ah, ya...gue lupa bilang, ditengah polemik usia 30-an, diantara raga tanpa jiwa, dan hati tanpa cinta (cuih!) dan prinsip moral yang samar, serta perselingkuhan yang sedap, i vowed to myself: i'll marry anyone who's asking me to. Gue orangnya simple ya? Simple, my ass! (halah, udah terlalu banyak bahasa inggris kacau)

Menyanyikan lagu teringat kuteringat pada janjimu kuterikat. hanya sekejap kuberdiri, kulakukan sepenuh hati....sedihku ini tak ada arti, jika kau lah sandaran hati. Ternyata jatuh cinta itu gampang, mencintai seseorang itu gak susah (apalagi cinta ama kartu kreditnya), menjawab "yes, i do" itu gak perlu mikir, menyakiti jauh lebih mudah, selingkuh itu memang indah, larak-lirik sudah hobi, orgasme memang hebat. Tapi sandaran hati? Yang bisa membuat sedih itu seperti gak berarti--Susah! Hard to find. Daym, H..A..R..D.
So, here I am. Pour all my feelings and emotions to work. Apa gue salah? thinking: finding love, maybe in another century. Sandaran hati, not in this life, baby!
Karena, meminjam deskripsi Mike--my manager-- gue adalah bajingan realistis. Bajingan, tapi realistis. Jauh dari naif, itu yang pengen gue deskripsikan sebagai hidup yang sebenarnya. Paham betul, bahwa disetiap tikungan akan ada duda ganteng. Menginginkan "bajingan insaf" sebagai pasangan. Understanding that love without great orgasm is bullshit. Dan satu lagi, without money....everything means NOTHING!

Jadi kalau malam ini gue menyanyikan dua lagu diatas, wajar banget kalo gue merutuk dan membuat tulisan penuh omelan seperti ini. Aku dan nafasku merindukanmu (Brengsek!)

-no excuse be unhappy-

Ps. to: Cun alias Begundal, jangan protes! Gue lagi terbombardir oleh dua lagu melow itu.
posted by fire-fly @ Permalink ¤8:02 PM   0 comments
Memaafkan
Memaafkan, kata yang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. Iya kan? Bener dong? Momentum lebaran yang baru aja lewat ini, ajang untuk berebut bermaafan dan emang bener-bener kerasa "mudah diucapkan." Enak banget ya, bikin salah sebanyak apapun pasti dimaafkan pada setiap lebaran. Padahal sakit ati-nya dalem banget! "Maafin gue ya karena pernah selingkuh; maaf gue colong HP loe; maaf utang gue belum bisa dibayar; maaf gue pernah nidurin bini loe" hallaah...
Nah, itu juga yang terjadi ama gue (heit, bukan nidurin laki orang), susah untuk memaafkan. Ini luka udah jadi borok saking lamanya gak terobati. Seperti membawa sekantong buah-buahan busuk, berat dan bau. Dan brengseknya, bau busuk itu ada didalam hati orang yang gak memaafkan --bukan orang yang bikin salah. Yang bikin salah mah santai aja jalan lenggak-lenggok ala penari jaipong, jangan-jangan malah kaga nyadar kalo udah bikin salah. Udah ironis, tragis pula!
Sigh, sulit memang untuk bisa memaafkan. Tapi dipikir-pikir, selama gak memaafkan, ini hati bawaannya jengkel melulu --kadang pengen marah gak jelas juntrungannya. Jadi, siapa yang rugi? gue. Siapa yang sakit hati? gue. Darn! Gak mampu memaafkan ternyata hanya bikin rugi diri sendiri. Ternyata, gue perlu memaafkan, bukan karena orang lain, tapi demi kebaikan gue sendiri.
-akyu lagi berusaha memaafkan-
posted by fire-fly @ Permalink ¤7:59 PM   0 comments
~Puasa Gak?~
Hari ini hari terakhir bulan ramadhan, artinya gak perlu lagi bangun sahur jam 3 subuh! Horeeee.... Di rumah, di kantor, di jalan, di mall, di pasar, di parkiran....semua lagi semangat lebaran. Allahu akbar....Allahu akbar....takbiran juga mulai berkumandang dari toa mesjid.
Sedikit cerita semangat berpuasa pada minggu pertama, kebiasaan semua orang adalah mengolok-olok yang gak puasa. Gue, sebagai terpidana ditemukan bersalah kalau sahur di kantor jam 8 pagi. Mulai dari satpam kantor, office boy, rekan sejawat, manajer sampai kepala HRD ngeledek "Wah...sahurnya telah nih yee..." itupun gue masih dikalahkan oleh seorang temen yang sahur jam 3 subuh, dan buka tepat disaat beduk, maksudnya beduk djuhur dan beduk ashar.
Ibu seksi sibuk: "Puasa gak, non?"
Gue: "Puasa dong, Bu!" Sambil ngunyah kue coklat
"Ibu seksi sibuk: "Lho, puasa kok makan kue?"
Gue: "Puasanya sampe jam 10 tadi, Bu"
Ibu seksi sibuk: "Anak edan!"

Gue: "Mas OB, anterin teh panas manis dong ama roti keju,"
Office Boy: "S3 nih yeee..."
Gue: "Hah, apaan tuh?"
Office Boy: "Sahur Sana Sini!" Ketawa terkekeh-kekeh
Gue: "Blukutux! &^^$%&^*"


Minggu ke-dua lain lagi ceritanya, wajah-wajah penuh semangat itu udah mulai menunjukkan tampang lemes-letoy. Diem-diem ngeroko diruang dalem atau pesen delivery food. Tiba-tiba aja para tukang ngeledek itu berakrab-akrab ria ama gue, sambil colek-colek pada nanya "hari ini bawa kue gak, neng?"
Ruang Pantry
Bujang lapuk: "Lho, bapak seksi audit gak puasa? Biasanya paling rajin"
Bapak seksi audit: "Lho, ini bulan puasa tho?! kok gak ngomong dari tadi. Wah udah nanggung nih rokoknya."

Bapak seksi absen: "Puasa, neng?"
Gue: "Yoi, Pak." klik-busss nyalain rokok
Bapak seksi absen: "Lho, puasa kok ngerokok?!"
Gue: "Pan puasa makan, pak!" asep rokok mengebul-ngebul indah.
Bapak seksi absen: "Kalo gitu, bagi sebatang. Sssst...jangan bilang siapa-siapa ya!"


Minggu ke-tiga, semangat puasa entah hilang kemana, semua udah ngerasa ini bulan syawal kali ya? Jadi seperti biasanya, ruang pantry udah dipenuhi segala macem makhluk untuk ngeroko berjamaah. Gue yang ceritanya di minggu pertama sebagai partai kiri aliran sesat tanpa pendukung, mendadak jadi pujaan semua orang. Hanya butuh seekor setan buat bikin huru-hara memang. "Wah neng Boss udah dimari, bagi rokok sebatang dong."
Ruang Manajer
Gue: "Semua minggat! ini ruangan khusus bagi yang gak puasa."
Perjaka ting-ting: "Lho, mestinya kan yang gak puasa menghormati yang puasa."
Gue: "Yeee...yang puasa juga harus menghormati yang gak puasa!"
Perjaka ting-ting: "Demi menghormati yang gak puasa, mari kita semua makan siang bareng."
Gue: "Bilang aje emang kaga puasa, crot!"

Ruang Boss
Pak Boss: "Di bulan ramadhan ini, kita harus meningkatkan amal dan jangan lupa berbagi dengan sesama"
Hadirin: Diam terpekur menatap kuku masing-masing.
Pak Boss: "Amal saya hari ini adalah dengan membawa rokok 2 slope, oleh-oleh dari luar negri. Ayo ambil, jangan sungkan"
Hadirin: Lirik kiri, lirik kanan. Saling pandang.
Pak Boss: "Silahkan...silahkan....kok dianggurin. Puasa-puasa kan paling enak ngobrol sambil minum kopi, ngeroko dan ngemil kue kering. Gak kerasa tau-tau udah beduk."
Hadirin: "Horeeeee....Boss is the best!"

Minggu ke-empat, semua udah bertampang sumringah lagi. Bergembira ria menyambut hari kemenangan. Tukang jual baju, kue kering, sepatu sampai tukang kredit keliling nyamper ke kantor. Semua orang di ruang Floor berjabat tangan, saling bermaaf-maafan dengan tampang ikhlas.
Gue: "Tenang aja, gue maafin kesalahan lu." (Tampang gak punya salah)
Orang Gila: "Lho?!!"

Gue: "Pak klien, maaf marjin dan batin. Kalo marjin-nya abis ya jangan marah, ngomel di batin aja." (Tampang sok kalem).
Klien: "Hah?! Lebaran kok floating 2 milyar!" Gubrakzz.
***

Lebaran Idul Fitri emang membawa suasana suka cita buat semua. Buat yang bener-bener puasa sebulan penuh, sebulan blontang-blontang, yang sebulan cuma 2 hari puasa, atau yang puasa sampe beduk djuhur doang. Anyway, niatnya "lilahitaalla" (karena Allah) kan? Bukan karena gak enak ama boss dikantor, sungkan ama orang tua, malu ama tetangga atau karena-karena yang lain. Kalo gue sih, gue puasa kalo emang kepengen. Kepengen ketupat, kepengen kue coklat, kepengen ngeroko......dan kepengen-kepengen yang laen.
Karena niat-nya udah gak neko-neko, perayaan gue pun sederhana saja. Bisa kumpul dengan orang tua dan makan soto Banjar bikinan emak. Gak perlu baju baru, yang penting duit baru. Yang penting saling memaafkan tho? Thoooo.....

Next story: Lebaran di rumah gue.
posted by fire-fly @ Permalink ¤7:50 PM   0 comments
Saturday, November 04, 2006

At My Port

Can’t you just hold me?
pretend that I’m the only one
and let me overwhelmed you

One more moment

I don't want to run away
don’t wanna feel I’m alone
I want to die in your arms

As you were my life

When i can't grab the universe
I hold you since
When my hopes sink
I feel you only

How can I endure life without you?

Like no days tomorrow
Can’t you wait until the rhapsody spoken?
that you are the essence of life

Can’t you just see me,
more than I could show?

Ps. Sometimes, even care free person needs to stand at their port for a while, I wrote this when I was at mine.

posted by fire-fly @ Permalink ¤8:58 PM   0 comments

~Lebaran Yuk Lebaran~

Dung dung tak dung…dung dung tak dung…dung..dung….Allahu akbar….Allahu akbar…Allahu akbar….Walillah ilham….

Di Rumah Gue
Gubrax...brag klontangzzz! Suara gue jatoh dari tempat tidur. Yassalam....kenceng bener dah tuh takbiran. Seperti tiap idul fitri, bokap dengan suara semenggelegar sepuluh toa mesjid mengumandangkan takbir. Dog, dog, dog, gebyar! pintu kamar gue digubrak-gubrak penuh antusias. Pasti si Belatung Nangka. "Paaay, Jin Tomang! Banguuunnn!! Sholat ied." Bener kan, adek gue Si Belatung. Dengan muka masih penuh masker lumpur, mata gue kaya dilem ama selotip. Berat jeee! Semalem begadang bikin kue kering (boong bangetz)-- eh maen game dink, poker card.
Ngebuka pintu kamar dengan beringas,

"Apaan seh loe, Tatakan Jamban, pagi-pagi dah ribut!" Dan masker lumpur gue jadi retak, damn!

"Yeeee....sholat Ied, Nyunyun! Siapa tau dapet jodoh." Adek gue udah "bersenjatakan" sarung dan kopiah item yang bertengger miring di kepala bundernya--sebunder badannya. Gue jadi tergoda pengen nendang pantat baskom-nya keras-keras biar ngegelinding masuk mesjid.

"Jodoh, pale loe bau menyan! Emang mau kaka ipar yang gimane?"

"Yang punya mobil!" sahutnya mantafff. Si Jin Iprid ini emang tergila-gila dengan semua yang berbau oli, eh otomotif. Seperti motif loreng dan polkadot, eh itu motif yax.

"Mau yang bermobil apa? Honda Jazz, Toyota Camry atau Peugeot 307?" tanya gue sambil senyum semaniz-ibliz banget.

"Hmmm...Camry aja deh." katanya setelah menimbang-nimbang dengan mata bulatnya yang melirik penuh matre.

"Loe kata gue umpan, ape?!" semprot gue.

"Yeee....Jin Tomang ngamuk. Lagian pancingnya juga patah kalo umpannya segede elo."

Weeeekz! brengsek gak tuh.

"Awas loe ya, gue tiban kempessss!"

***

Di Mesjid Deket Rumah
Gebyar-gebyur mandi kilat karena udah jam 6.30, 15 menit lagi sholat Ied-nya mulai. Bokap yang gak sabar nunggu, pergi duluan dengan jalan kaki. Padahal beda waktu berangkat cuma 3 menit! Di depan gerbang perumahan masih keliatan jambul putih bokap menyembul-nyembul diantara pepohonan seperti umbul-umbul. Teretotet jreng! jam 6.45 gue, nyokap dan si Kopiah Miring nyampe di mesjid. Sholot Ied. Ceramah agama oleh khotib yang, katanya, udah pernah ceramah ke eropa dan Jepang. Rada simpang siur isi ceramahnya, atau otak gue doang yang simpang siur. Karena, eh karena....berjudi itu haram (sung by Rhoma Irama), eh salah dink, karena ada seorang cowo ganteng berambut cat merah di saf terakhir. Olala....Yuuuk.
Lagi hikmat menikmati si Merah Ganteng, emak gue nyolek-nyolek bikin kaget aja....

"Tuh, ada yang ganteng, rambutnya merah." Jedhang! Tau aje si Emak.

Di lapangan parkir, nungguin bokap yang masih salaman kekiri-kanan (plus salam tempel gak yah? Idiiih, ngarrrep!), adek gue, si Kopiah Miring celingak celinguk nyari si Merah Ganteng, pasti dia mau tau si Merah naik mobil apa. Aujubillah matre!

"Tuh...tuh...die lagi jalan kemari."

"Iye, terus mau diapain? Disamperin? Diajak kenalan?" Gue cuman ngelirik dari kaca spion.

"Iyeeeee....buruan samperin. Die bawa Harier!" teriaknya sambil lonjak-lonjak didalem mobil (gue yakin mobil gue jadi goyang-goyang kaya mobil goyang di Ancol)

"Iye, abis itu gue digampar ama bininya." kata gue ngelirik garing ngeliat cewe yang jalan disamping si Merah.

Si Kopiah Miring cengengesan sambil berusaha ngebetulin kopiahnya yang malah keliatan tambah miring jadinya.
***

Dirumah Sepupu Nenek Nun Jauh
Keceprat-keceprit, bokap lagi ngoceh ama sepupu nenek. Udah sejam non-stop ngomongin sanak saudara yang tinggal di Kalimantan dan belum tentu inget ama kita-kita. Nyokap mulai duduk merosot di sofa, terkantuk-kantuk. Gue resah merutuk kenapa gak boleh pake tank-top, ngerasa lemak-lemak gue mulai mencair kepanasan. Dan Si Barongsai, adek gue, gelisah karena kue-nya sudah habis. Dan dia mulai melirik kue di piring gue, tampangnya kaya gak dikasih makan seminggu! Mungkin kalo jadi pengemis dia memohon begini: Kasian pak, kasihan bu....saya belum makan empat kali hari ini...

"Oneng (tokoh dalam sitkom Bajaj Bajuri, bini yang super oon), kue-nya mau lu abisin gak tuh?" si Barongsai rupanya udah gak tahan banget.

"Eh Item (juga, tokoh dalam sitkom Bajaj Bajuri, berkulit hitam yang bego-bego pinter), jangan bikin malu dimari." bisik gue pedes. Entah ngedenger omongan kita ato ngeliat tampang memelas si Barongsai Item, beliau nyuruh keponakannya untuk nambahin minuman dan kue-kue. Nyokap jalan hilir mudir begaya liat-liat pemandangan untuk ngilangin kantuk. Gue begaya sibuk dengan HP supaya lupa ama panas. Cuma si Item yang keliatan riang. Dimana ada makanan, disitu Si Item bergembira. Kasihan pak, kasihan bu, saya belum makan Chicken Cordonbleu hari ini........ Wallah!

Akhirnya, setelah diem-diem ditendang lima kali oleh nyokap; sepuluh kali lirikan bolak-balik antara bokap dan jam tangan gue (mungkin bokap mikir gue lagi mencari kemiripan antara tampangnya dan jam tangan); dan 1 toples kue kering, 3 potong kue tiramisu, 10 permen, dan 4 gelas air jeruk dihabiskan si Barongsai seorang diri...bokap nyadar juga udah waktunya pamitan. Finally, fiuh! Dan, ndreng...deng...deng! Pertanyaan bombastis setiap lebaran kembali berkumandang "Kapan nikah nih? Mumpung nenek masih kuat buat dateng lho..." Rasanya gue pengen belagak budeg. "Tolong doa-in, Nek." sahut gue kalem dengan senyum semanis permen karamel, dengan lanjutan didalem hati, dapet suami ganteng, tajir, baik hati dan gak sombong, smart, gak pelit, great sex partner with big cock, like doggy style and licking. Amin.

***

Kembali Kerumah Gue
Setelah kakak gue beserta anak bininya, setelah adik nyokap paling bungsu beserta suami dan dua anak perempuanya, setelah para tetangga dateng untuk berkunjung. Piring-piring sudah bersih tercuci, makanan licin tandas, kue-kue sisa remah-remahnya, dan sampah menggunung di keranjang sampah depan rumah. Nyokap tepar kecapean didepan TV, gue tepar terbombardir pertanyaan kapan menikah, Si Gembul tepar kebanyakan makan, Bokap tepar keabisan duit. Satu keluarga tepar-lemaz merayakan lebaran Idul Fitri.

Jadi, teman-teman....apa makna lebaran? Banyak makan lontong dan kue. Bagaimana mempersiapkan lebaran? Kuatkan hati untuk pertanyaan-pertanyaan gak penting dari para saudara. Bagaimana setelah lebaran? Bikin dosa lagi.

"Jadi, kapan si Gigi Gondrong mau ngelamar?" tanya nyokap.

"Gak tau tuh, mungkin........" Dan kata-kata gue ngegantung diantara ngemut-ngemut nikmat coklat Ferrero Rocher.

Ps. Lebaran kali ini berat gue naik 2kg, hikz hikz.....!

*Bersambung (kalo gue niat buat nulis lagi)*

posted by fire-fly @ Permalink ¤8:35 PM   0 comments