|
|
| Gue Bangetz! |
| I like tulip and butterfly. Chocolate candy makes my life brighter. Want you to treat me like I'm a queen bee.I can be sweet and very infantile.I also can be viciously unkind.
Just remember that I can be strong and tender. |
| Baca Dooong |
|
| Archives |
|
|
| Fans Silahkan Isi |
|
|
| Blog Orang Gila |
|
| Narcism |
- Life is not about chances, but choices. And destiny not to be waited, but achieved (Winston Churcil)
- Well behave women never make history
|
| Image Hosted By |
|
| Links |
|
| Designed-By |

|
| Credite |
|
| |
|
|
| Monday, March 14, 2005 |
|
Comments for "Man of the Month"
said... (Iyem) nah cowok yg gini nih sekarang lagi menghiasi hidup aye lieverd :((,menghiasi hari2 penuh dengan ke ge er annya,:( biar udah di maki2 makin jadi, cowok gini bagusnya diapain liefje :((,udah gitu ga pernah merasa membuat aku sebel, eneq,dan tersiksa dengan gaya bicaranya,hiks hiks blom apa2 aye dah pengen cerein die lieverd :"> Fire-Fly: Hehehe lieverd bagusnya stab Him with a sharp words! Suka bikin pusing tapi juga bikin ketawa, iya ga? Cere sih cere, asal jangan lupa pembagian harta gono gini, huehehe. Lieverd, jadi pilihan untuk "Man of the Month" -nya yang mana nih? |
posted by fire-fly @ Permalink ¤5:39 PM  |
|
|
|
| Saturday, March 12, 2005 |
|
...Man of the Month... (Which man from this conversation bellowed--will be awarded as the "Man of the Month?". Write in comments (at the end of written)--which one you choose and what the reason (karena paling norak-the coolest-paling nekad- most manly... terserah). Your comments will be added in this blog as soon as i get it. Hehehe)
Man 1: “Gue cape ngejar-ngejar elo! Kita udah sama-sama dewasa, sekarang gue tanya ‘elo mau gak ama gw?’ tembaknya memberondong. FF: “Ngejar-ngejar gue? Kapan lu ngejar gue?” tanyaku bingung. Man 1: “Gue tiap pagi tunggu elo dateng. Tiap siang liatin elo lunch. Tiap sore tunggu elo pulang. Dan elo ga nyadar?” FF: “Hmmm....kaga” katakuku nyengir. Dua puluh orang sedang menguping pembicaraan ini. Dan aku sama sekali ga berniat menjadikan hal ini sebagai bahan gosip! Man 1: “Ok, that’s it! Gue cape! Terserah elo deh mau anggep gue ini apa. Elo selalu sibuk, ga kasih gue waktu sedikitpun!” Dan lelaki itu berlalu dengan wajah kesal. Dan gue terbengong-bengong dengan bibir melongo—gue salah apaan sih? *** Man 2: “Where are you going?” sapanya ramah. Matanya memandangku teduh. Serrr....hariku berdesir dipandang seperti itu. FF: “Smoking time, Sir” kataku nyengir. Dia tersenyum dengan makna. Dia memandang lebih dalam. Aku gugup---aktifitas jantung meningkat drastis. Man 2: “Hmmm....” Gumamnya sambil menelengkan kepala memandang—mengamati. FF: “Ya?” tanyaku tertunduk. Hampir ga kuat. Adrenalin pumped so fast. Man 2: “Kamu mau kemana?” tanyanya lagi---kali ini lirih---sambil memegang lenganku. FF: “Kedepan, Pak” Kupaksa mengangkat kepala memandang matanya. Damn! Still the same eyes. Lenganku terasa diremas. Kakiku mulai terasa tak berpijak. Man 2: “Hmmm...OK” katanya singkat. Remasan dilenganku lebih menekan lagi. Badanku gemetaran. Hawa terasa lebih dingin. Aku hanya mampu memandang pintu kayu didepan. Aku tau matanya masih menelurusi. Aku melirik cepat kematanya, menoleh cepat kebelakang—sukurlah ga ada yang memperhatikan. Dia mengerti isyarat ini. Lenganku mulai dilepasnya perlahan. Dan aku melangkah cepat. Jangan pernah pandang aku sepertu itu lagi---aku tau apa artinya. *** Man 3: “Gue...mau....elo” katanya lambat-lambat. FF: “Oh ya? Bukannya selera elo tampang cewe sekelas sekretaris, SPG and teller?” sahutku tajam Man 3: “Gak juga. Sok tau deh lu” tampang play-boynya tertangkap memerah. “Rambut lu bagus” lanjutnya. FF: “Elo orang ke-1.385 yang bilang begitu.” Man 3: “Kulit lu bagus.” Katanya sambil bertopang dagu memandang dengan disayu-sayuin. FF: “Udah terlalu banyak yang bilang begitu.” Man 3: “Sexy...elo sexy!” katanya ngotot berusaha FF: “Find something original, ok?” Kataku kejam. “Cari sesuatu tentang gue yang elo bisa diskripsiin. Satu kata dari elo dan elo orang pertama yang ngomong gitu ke gue. Kalo sekedar rayuan biasa begitu, mending ga usah.” Skak-Mat. Man 3: “Hmmm....” keningnya berkerut. Berpikir keras mungkin atau hanya berlagak—tampaknya berpikir keras. “Basi! Elo basi!” serunya kemudian. FF: “Elo orang pertama yang bilang gue basi.” Dia tersenyum puas, menegakkan tubuhnya penuh perasaan sebagai conqueror. “Tapi sayang, gue ga basi” lanjutku kalem. Raut mukanya berubah. Dia berdiri dan melangkah keluar “Arrrrrrghhhh....” teriaknya geram. Aku kembali menekuni tampang manusia bengong didepanku. Manusia itu berkata “Gue ga tau mana yang salah, gue ngenalin elo ke dia..atau gue ngenalin dia ke elo. Kalian berdua sama-sama gila.” Man 3 kembali masuk ruangan. Memandangku sesaat. Kemudian dengan cepat mencondongkan wajahnya ke wajahku untuk mendaratkan bibir. Aku mengelak didetik terakhir, persis seperti manuver F-16. Man 3: “Gueee.....mauuu.....eloooo.....” FF: “Cariii...satuuu...” aku mengambil tas. “kataaaa....” aku menjumput blazer. “oriii..ginaaal” dan aku melangkah pergi. *** Man 4: “Seandainya elo selera gue, kita pasti udah jalan...” matanya lugu. Senyumnya manis. Kata-katanya sangat tiba-tiba. FF: “Hmmm...” gumamku tak percaya---merasa kalau aku perlu memeriksakan telinga. Mengalihkan pandanganku sejenak dari kertas-kertas dimeja. Memandangnya lurus-lurus. Man 4: “Tapi gue tau, gue juga bukan selera elo....” lanjutnya cepat. FF: “Kenapa bisa mikir begitu?” tanyaku mengerutkan kening. Man 4: “Karena gue anak rumahan.” FF: “Lalu?” Man 4: “Elo gaul banget.” FF: “Gue ga suka ama cowo gaul.” Kataku jujur---atau ingin memancing. Man 4: “Oh ya....” dia tersenyum. Tak terpancing. Karena dia ga percaya. Hening sejenak. Hanya saling pandang---saling menyelidiki. FF: “Jadi gue bukan selera elo?” tanyaku meringis. Man 4: “Gue tau gue bukan selera elo, makanya elo jadi bukan selera gue.” Katanya setengah merenung. Aku hanya diam. Memandang matanya yang bulat. Man 4: “Iya kan?” tanyanya tersenyum lebar. FF: “We never know....We never know...” kataku menghela napas sambil kembali menundukkan kepala menekuni kertas berisi angka-angka. *** Man 5: “Gue orangnya susah ditebak.” FF: “Gue ga berniat menebak elo.” Man 5: “Ga ada yang bisa nebak gue.” FF: “Karena elo bersikap ga ingin ditebak.” Man 5: “Enggak. Gue emang ga bisa ditebak!” FF: “OK.” Jawabku pendek. Menolehkan kepala ke monitor. Man 5: “Gue orangnya ga bisa ditebak. Ga ada yang bisa nebak gue” Ulangnya. Aku menolehkan kepala padanya. Lambat- lambat. FF: “Gue ga perduli.” Sahutku kalem. Man 5: “Gue juga ga perduli apa pendapat lu tentang gue!!!” katanya sengit FF: “Lalu kenapa ngomong ama gue?” Man 5: “Gue ga ngomong ama elu!” FF: “Elo orangnya ruwet. Over confident.” Man 5: “Itu pasti! Gue punya! Over confident, why not??!” sahutnya cepat sambil merentangkan kedua tangannya. FF: “Oh iya, elo sulit ditebak yah?” kataku nyengir. Dia sontak diam. Man 5: “Gue ga perduli lu ngomong apa!” FF: “OK.” Senyum semakin mengembang. Man 5: “Heh!” FF: “Apa? Mau ngomong ‘gue ga bisa ditebak’ lagi?” Man 5: “HUH!”
|
posted by fire-fly @ Permalink ¤2:54 AM  |
|
|
|
| Friday, March 11, 2005 |
|
.:: Just, JANGAN! ::.
Jangan, jangan sakitin gue gue enggak tahan... Jangan, jangan ga beri gue kabar, gw bisa ga tidur... Jangan, jangan tinggalin gue, gue bisa mati.. Jangan, jangan cuekin gue, gue bisa gila... Jangan, jangan harapin cinta gue, gue hanya tau dicinta... Jangan, jangan kasih gue harapan, gue bakal patah hati... Jangan, jangan deketin gue, gue menyedihkan... Just jangan.. jangan lakuin apa-apa lagi.
Katain aja gue bodoh, itu mungkin gue. Sebut aja gue egois, begitu gue adanya. Bilang aja gue ga perhatian, padahal gue ga gitu. Pikir aja gue ga tau cinta, nyatanya memang begitu.
Tapi satu keinginan, sabarlah karena gue emang begini. Dan satu pertanyaan, kenapa ga ajarin gue bagaimana cara mencintai? |
posted by fire-fly @ Permalink ¤7:27 PM  |
|
|
|
| Wednesday, March 09, 2005 |
|
.:: The Answer of My Pray ::.
Pagi ini gue nyampe dikantor dengan keadaan fisik yang lumayan fit -- walau masih sedikit "uhuk-uhuk" (batuk) -- Coz, finally I slept enough! Mrs. Big Boz udah ada diruangan gue, menyambut dengan senyum sumringah. "Morning.." sapa gue. "Cantiiiikkk....cantik! Sudah sehat?" tanyanya semangat. "Better" sahut gue sambil mengedipkan mata. "Ready for battle today?" tanyanya ingin diyakinkan. "Shoot me, Mam!" Gw langsung duduk siap mantengin screen yang bergerak fantastis. Sapaan berisik para "ducks" sudah lebih dahulu minta diperhatikan ketimbang angka-angka.... "Sakit yaaaaaaaa?"---"Bisa sakit juga?" kwak mereka berbarengan. Kwak...kwak..kwak....shut up! hehehe.. Baru aja tenang karena para Ducks mulai sibuk dengan kerjaan masing-masing, suddenly....I heard this song:” And all my life I've prayed for someone like you......" Daym! I sang that song for HIM few nights a go! When he asked me "that song for me?" I was just smiling. Do you really have to ask me that? Do you....? Yes, Babe....I answer it now: “it's definitely for you. Coz, finally I found you. You are the answer of my pray…” ……And all my life I've prayed for someone like you And I thank God that I, that I finally found you, baby And I hope that you feel the same way too Yes, I pray that you do love me too... Said, I promise to never fall in love with a stranger, You're all I'm thinking of, I praise the Lord above, For sending me your love, I cherish every hug, I really love you..... You're all that I ever known, when you smile, on my face, all I see is a glow. You turned my life around, you picked me up when I was down, And all my life I've prayed for someone like you And I thank God that I, that I finally found you….. (cuplikan lagu: K-ci & Jojo “All My Life”) |
posted by fire-fly @ Permalink ¤10:25 PM  |
|
|
|
|
|
.:: Mizing You..Mizing You...Mizing You.... ::.
Gossshh...wonder where the hell is he? --- want to cry. I havent’heard anything from him since yesterday. Been 3 days without him. This feeling between ---worry and sad. Worry if something happened to him---sad, thinking that he doesn’t want me anymore. Thinking: “Want you to want me, Babe” I love him---Love is not blind, but blinding...and I am blinded. This situation’s killing me. My health dropped down like a flyer without parasite! Doesn’t he know…that he is like the rain in my summer times--dews in my morning---my Sun in rainy day---The brightest star in my night sky... Thinking: “You don’t know what you mean to me” Missing him so much! I couldn’t even take a breath.... |
posted by fire-fly @ Permalink ¤12:15 AM  |
|
|
|
| Tuesday, March 08, 2005 |
|
.:: To Know me is to Love me..... To Love me is to Understand me....::.
(another point of vew from my zodiac)
ARIES WOMAN She thinks the world is watching her through the eye glasses of rose petal frame. She thinks people think and talk about her only about good things and often disappoint to know the fact that they are not true and not even real, so she will feel hurt. She think her path has to be a beautiful one. She think only good things so she prepares and always make arrangement for herself to be in the right path always, quite systematic indeed. If there is no guy in her life, she will be busy with herself. This seemingly ordinary woman will push herself to meet her goal. Sometimes, she will be very careful about guy she will mingle with. She thinks as if she has a main CPU in her head and she could memorize everything from her childhood. When she faces with problems, she will handle them and solving them very well, and at the same time showing other people that she has that capability. She can put her mind in solving problems in crisis better than many other Zodiac. Once she determine to do thing, nothing will stop her. Woman in this Zodiac could be totally different from one woman to another woman. You could see her in the party dancing like flash dance or dirty dancing, as well you could also see her as an old fashion lady or a geek. She could be someone flashy and wanted by many men, or she could be a cold and non-social person. She will have her own way to win you over. Once she choose you, she will need to be proud of you.Love" is not as important to her as "Marriage". Her real goal in life is "Safety" and her position in other people sight need to be "Secure". She plans her life, and socially life easily and very carefully. She is also very artistic and realistic, so if you are a nobody or nothing, no chance because she loves ambition and a good life. She need lots of love,but do not want and do not belief in an occasional or unconventional love. She is a proud in nature type, so if you see a woman in this Zodiac come from a poor family, she will act like a woman from a noble family by birth anyway (certainly there are always exception). She always look cool even when she is not. She like to make people see her as "secure and confident" even she is a mixed emotion and mixed character type. If she is mad, you can tell right away and she can stay moody for quite a long time.You never have all her times, for she likes to work hard and also spent some spare times working for charity. You will see woman in this zodiac a "Volunteer" for camp, and if she is in a high society, she will most likely be a president or a V.P. of a "Club". She is a romantic and artistic, but being poor and unstable is certainly not in her dreams. Her beautiful imaginations need to be realistic, for failure is not in her plan. A Goat always climb high, so either she start from a low point or a high point, she will make sure at the end she will have the best spot. She will not show her ambition, but she will show that she satisfy with herself now. Once you look back she already moved up again , quietly but sure If she is your love one, be supportive and understand her. She is stubborn, but she will listen. She will act like a gentle fragile person,but in fact she can stick you down like a super glue without you knowing it. |
posted by fire-fly @ Permalink ¤8:37 PM  |
|
|
|
|
|
U N I Q U E u n i q u e u ni q u e
Kepalaku terasa berat sejak kemarin. Aku terus menerus berkeringat, walau suhu tubuh terasa dingin. Ku ganti sprei dengan yang bersih, bau harum merebak dikamarku. Aku ga suka sprei yang kumal. Hanya akan mengingatkanku pada keadaan fisik yang kuanggap “lusuh” pula. Dan malam ini aku menyerah, akhirnya aku minum juga obat pereda nyeri itu. Sambil menonton film “Sabrina” dalam hati aku mengomel kesal pada sakit kepala yang selalu datang tepat pada saat sedang ingin mengetik. Mungkin sakit kepala ini justru yang membuatku terinspirasi untuk menulis, pikirku dengan rasa humor yang sarkastis. Tulisan hari ini bertema “unique.” Unique personality, to be exact. Hari ini seorang “teman” menyatakan bahwa aku orang yang unik. Pengertian unik disini tentu dapat mengarah kepada banyak hal. Tapi berdasarkan pengalaman, mereka (“teman-teman” dan orang-orang lain itu) mengacu kata tersebuat pada kepribadianku. Melihat dari tingkah lakuku, cara berpikirku, mungkin juga cara berpakaianku atau entahlah dari sudut pandang mana lagi mereka mampu menilai. Andri pernah bilang aku unik bukan karena sekedar aku lain dari pada yang lain, tetapi juga karena aku adalah aku. Tidak dapat dibandingkan atau tidak ada perbandingan yang mirip. Biasanya orang mengatakan prilaku si A mirip dengan si B. cara berpakaian si C mirip dengan selera si D. Dengaku, masih menurut Andri, kata-kata tersebut tidak berlaku. Karena aku ga mirip siapa-siapa (mungkin seandainya satu mataku diperbanpun, masih ga mirip dengan cyclops-si raksasa bermata satu!) Si teman ini selama berminggu-minggu berusaha untuk mengenalku. Walaupun kupikir, usahanya belum terlalu keras sih. Perlu waktu sebulan untuknya mengetahui bahwa aku unik. Mungkin dia juga termasuk kategori bukan orang “biasa.” Karena biasanya orang lain sudah menganggapku “aneh” sejak pertemuan pertama. Entahlah kata “aneh” dulu kurasa lebih tepat daripada kata “unik.” Apakah aneh = unik? Teman ini berhasil melihat bahwa aku orang yang skeptik. Dia bilang bahasaku sadis. Gayaku jelas-jelas telihat mempunyai sebuah alur--- pandai nyela, ngeles, nyindir dan nyengir. Nah lho? Berbicara dengannya membuatku merasa seperti seorang leprechaun!---Kerdil dan licik (mungkin juga berwarna hijau). Hanya karena gaya bahasanya yang selalu halus dan sopan, membuatku merasa sedang bermain dalam the devil VS the angel. And you know who the devil is…….. Tapi satu kalimat ultimate-nya membuat ku terdiam. Kamu orang yang penyayang, katanya. Bukannya aku kehilangan kemampuan otak untuk menangkis “tuduhan”-nya ini. Tapi aku ga suka membahas masalah ini dengan orang yang belum kukategorikan sebagai VIP- Very Irritating Person. Karena dia, si teman ini, belum cukup “mengganggu.” Kembali pada kata “unique personality.” Sejak pertama kali aku mampu memikirkan idealisme, aku selalu dengan tegas berkata “aku lebih suka jadi orang yang menarik, daripada jadi perempuan cantik.” Kata “orang” jelas merujuk pada pemahaman kesetaraaan gender. Tapi nyatanya, kenyataan menghadapkanku pada satu jenis jalan tanpa pilihan. Aku harus mengakui, aku senang sekali dibilang cantik (huh! Apa gunanya aku menghabiskan berjam-jam untuk berdandan secermat mungkin kalau hanya untuk dibilang jelek?!) Tapi, dari dulu sampai sekarang, orang yang bisa membuatku ga tersinggung dibilang cantik, hanya teman-teman dekat yang aku percaya saja. Dulu bahkan lebih ekstrim lagi, cantik = mengatakan bahwa aku bodoh = penghinaan. (Andri juga menganggap kata “cantik” sebagai kata-kata mahal, walaupun dengan alasan yang berbeda denganku) Eh ternyata, suatu waktu dulu aku juga pernah jadi “perempuan cantik” dan menggunakannya untuk tujuan-tujuan tertentu. Siapa bilang jadi perempuan cantik ga enak? (tidak enak, menurut si pengarang buku “cantik itu luka.” Mungkin suatu hari nanti aku juga mau mengarang buku dengan judul “cantik itu bodoh” hahahaha…ironis sekali.) Nah kalau sekarang orang-orang bilang bahwa aku unik, seharusnya aku berbahagia toh? Telah menjadi pribadi yang aku idam-idamkan sejak dulu. Tapi kenapa pernyataan itu membuatku risau? Ada dualisme yang aku lihat sebagai kenyataan. Pertama, perempuan cantik nan lembut selalu mempunya banyak pilihan. Selalu lebih dicintai. Entahlah, itu pendapatku. Karena aku belum pernah jadi mereka. Tapi itu sudah merupakan pemikiran yang general, perempuan cantik selalu lebih cepat diterima dengan baik oleh siapapun. Ga perduli mereka bodoh, ga berpendirian, sering merengek, bahkan ga pernah selesai membaca satu bukupun! Jadi apa sih yang mereka omongin dengan perempuan-perempuan cantik itu? Ah ya mungkin sebenarnya ga pernah ada yang dibicarakan, toh mereka jarang membuka mulut. Mungkin yang membaca tulisan ini tanpa tau siapa aku akan langsung berkata “ya, karena kamu jelek tapi pintar jadinya ngiri ama perempuan cantik yang bodoh” Hahahaha….ga, gw tau gw cantik. Semua perempuan harus merasa dirinya cantik. (" How could God create such a beautiful goddess like me?" Seharusnya kata-kata ini mampu diucapkan semua perempuan didunia. Itu kata-kata gw banget getu lhooo..kalau sedang bercermin. Sumpah mampus Andri pasti langsung menoleh padaku sambil menggeleng-gelengkan kepala tanda takjub, sambil berkata: oh perempuan ini bagaimana bisa sampai tercipta?) kedua, orang-orang unik hanya bisa dicintai oleh yang unik pula. Benarkah? Perlu proses panjang untuk bisa mencintaiku atau jenis makhluk seperti Andri. Hey! Itu benar adanya. Aku sudah buktikan, begitu mudahnya dicintai kalau aku bersikap manis dan menyembunyikan pemikiran-pemikiran radikal. Bertahun-tahun aku sudah memanipulasi pikiran banyak orang sesuka hatiku. Aku bisa jadi siapa saja yang aku inginkan agar mereka berpikir bahwa aku seperti itu. Mudah sekali! Hanya beberapa orang cerdas yang dapat menemukan siapa aku sebenarnya. Mungkin ini yang dimaksudkan kris dengan bilang bahwa aku secara sengaja telah memberikan sinyal yang salah pada orang lain. "Hey, we were born as a manipulator," Andri said--- "I was not," I said. Buku “Sybil” baru selesai kubaca. It is like a self-acceptance. Senang rasanya bisa menerima diri sendiri apa adanya. Lebih senang lagi karena ada satu orang yang baru bilang bahwa dia juga mau menerima itu. Lebih tepatnya, lega (I miz "dia") Kata “unique” benar-benar meresahkanku malam ini. Aku jadi berpikir apa karena aku begitu lantas aku ga pantas dicintai? Siapa sih selama ini yang bisa love me just the way I am? My parent?---Nope. My friends?----Yeah, some of them. My lovers?---Bleah! Not at all. Ngeri sekali ngebayangin didunia ini ga ada yang bisa cinta ama gw. That’s why I need Andri and Kris. They love me the way I am. I feel accepted when I’m with them. No need to hide. No worries. No manipulated. Aku ga sudi mengotak-ngotakkan diri seperti mereka pada umumnya. Nerds, geeks, weirdo, freaky, foxy. I can be all. And I can be not all. Hehehe…I’m just unique. Beberapa kali aku berusaha untuk menyukai si teman ini lebih dari sekedar seorang teman. Karena jelas sekali dari awal dia sudah menunjukkan ketidak inginannya hanya sekedar berteman dengaku. Atau aku telah memberi sinyal yang salah lagi? Setelah beberapa kali percobaan yang gagal untuk menyukainya, malam ini bahkan semuanya berantakan hanya karena kata-kata “kamu unik dan kamu penyayang” hiiiii…sereeeeemm…… Hanya karena aku bilang aku ga suka ama cowo yang terlalu ramah. Dia sudah melihat terlalu jauh. Aku ga suka ada yang ngelanggar “daerah kekuasaanku.” Ngeri karena aku sendiri yang telah mengarahkan dia pada pemikiran itu. Tapi kan dia sendiri yang bilang mau tau tentang aku lebih banyak. Setelah aku kasih tau, lalu dia ga bisa menerima itu, apa itu salahku? Eh benarkah dia ga bisa nerima? Kan dia hanya bilang bahwa aku unik? Itu lah! Kata unik cenderung mengarah pada “aneh.” Dan kata aneh cenderung ga bisa diterima oleh orang pada umumnya. Liat aja disirkus-sirkus ada perempuan berjanggut yang dijadikan obyek. Itu kan gunanya “gueness book of record?” Untuk mencatat hal-hal aneh lalu memberinya penghargaan! (cynincal thought). Tapi aku bukan aneh, bukan pula sebuah obyek. aku hanya berbeda. Seperti halnya kalo aku pikir “ramah” itu menjurus ke “murahan.” Cowo cool lebih menarik buatku. Inikan hanya pemikiran yang berbeda. Tapi dia, dengan sadis menyindirku dengan bilang bahwa lebih baik diam saja sekarang, karena akan telihat lebih cool. Sialan! Bahkan untuk menegaskan bahwa dia bukan cowo “ramah,” dia bilang biasanya dia pendiam sekali. Menjawab celaan dengan senyum. Denganku dia jadi berbeda, sebab katanya, berbicara denganku benar-benar terasa hidup (Losta Masta!) siapa yang nyuruh kamu berubah heh? Aku selalu menginginkan sebuah pesta pertunangan yang romantis, dengan semua tamu yang hanya teman-teman terdekatku menyanyikan lagu “I say a little pray for you” (my song is "Somewhere Over The Rainbow") seperti dalam film My Best Friend Wedding. Dalam film itu Julia Robert berperan sebagai gadia unik, she’s just so different, dia bahkan ga mau memakai baju pengiring pengantin yang sama dengan lainnya. Karena dia ga suka sama dengan yang lain. She loves to be unique. She is unique. But at the ending, si cowo tetap memilih Cameron Diaz, si gadia manis anak orang kaya yang manja. I love that movie…it’s so realistic. Tanpa harus menghadirkan happy ending---seperti kebanyakan film-film pada umumnya,which is so bored to me--- karena nyatanya hidup memang ga selalu berakhir dengan bahagia! But, whose gonna love the freak? Ijai selalu bilang bahwa gue itu makhluk yang perasa. Hatinya halus. Ini tentunya bertentangan dengan pandangan semua orang. Even my parents always have a thought that I’m a hard person. Hey…they are my parents for 27 years! Even Andri, even Kris. Did I really make a great job to cover myself? His acceptance really makes me feel secure. There is a quote for this… ”the only way to avoid being miserable is not to have enough leisure to wonder whether you are happy or not.” (Liza Minelly) I don’t have so much leisure in my life---well, I mean that “kind” of leisure— acceptance. But I’m truly happy now. Temanku itu juga selalu menanyakan tentang pinggangku yang sering “encok.” Aku akan selalu encok! Seumur hidup juga akan begini, ditanya atau ga, tetap akan “encok.” Juga tentang kakiku yang sering lebam karena jatuh, yah seumur idup juga kakiku akan sering lebam! Because I’m clumsy (nah kan, gw jadi ngomel sambil meringis-ringis karena pinggang yang mulai terasa ngilu) hiks hiks aku jadi sedih. Orang-orang yang aku harapkan perhatiannya, bahkan ga pernah tau tentang semua ini. Yang jelas, musnah sudah semuanya. Nah mungkin suatu hari aku harus jelaskan padanya. Bahwa aku cantik, cerdas, sakit jiwa, perasa, penyayang, sering khawatir, selalu cemas berlebih, suka membaca, lulusan akuntansi yang serius sekaligus pemabuk! Biarin dia bingung sekalian. Pada akhirnya toh semua orang akan berpikir: kok bisa ya ada makhluk seperti ini? Andri pernah mengungkapkan pandangannya bahwa orang-orang akuntansi, keuangan dan semua bidang yang berhubungan dengan uang adalah makhluk-makhluk yang membosankan. Tapi aku tidak, sungguh dia bilang begitu. Ga heran aku selalu merasa hidup di dua dunia. Belahan dunia yang berisi kelompok nerds yang menolak gaya “junkie” ku, sebelah lainnya yang menolak kemampuan otakku yang dianggap terlalu banyak tau. Hey! Tapi aku menikmati keduanya. Bolehkan aku ngebaca buku “international finance multi companies” sambil ngembat tequila? Di “duniaku” itu sah-sah saja. That’s why I’m a loner. That’s why I feel so lonely. Because none of them wanted to join my world. Do u? Eh, sakit kepalaku sudah lenyap. Wahai obat berbungkus biru, kau adalah pahlawanku. Oh seandainya mereka baca tulisanku, mereka akan bilang bahwa aku makhluk egois. Mau diterima, tapi sulit menerima orang lain. Mau dipercaya, tapi butuh waktu lama untuk mempercayai orang lain. Ingin dicintai, tapi ga tau apa itu cinta. Tapi seperti kata Sarah Fells dalam “Si Egois”….. “Dalam lingkaran yang berpusat pada diri sendiri, ia berputar dan berputar, Bahwa ia adalah suatu keajaiban, itu benar. Karena hanya orang egois yang bisa jadi pusat dan sekaligus lindungan.”
Oooh…I just love myself, now. I feel like I’m a miracle itself. Even ga ada seorang pun yang pernah bilang bahwa aku adalah keajaiban. Kalo makhluk ajaib? itu adalah deskripsi mereka tentang gue, hahaha. And I’m just unique. Can you love me? (october 27th 2004)
|
posted by fire-fly @ Permalink ¤7:46 AM  |
|
|
|
| Monday, March 07, 2005 |
|
Cinta, gila!!! Cinta, gila!!! Cinta, gila!!!
"Aku takkan rela…bila kau tinggalkan.. Aku kan berbuat apa saja untuk mendapatkan.. Kamu…. Lagi!!!" (cuplikan lagu “Cinta, gila!” by Dewa) Kenapa ada orang menciptakan lirik lagu yang sedemikian gila?--Terkadang ga masuk diakal. Itu adalah ekspresi! Belum tentu mereka berani mengungkapkan kata-kata tersebut langsung kepada orangnya. Karena terdengar begitu gila! Bahkan mungkin membuat orang lain akan berpikir bahwa dia memang benar-benar telah kehilangan akal sehatnya dihutan Amazon! Walaupun pada nyatanya cinta memang gila, untuk sebagian orang. Dan mungkin memang ada kejadian nyata yang pernah dialami karena orang yang benar-benar tegila-gila. Contohnya, gue sendiri juga mengalami. Ada orang yang tiba-tiba datang lagi setelah sebelas tahun dan menyatakan masih mencintai gue. Oh my God, after eleven years?! Secara sarkastik gw emang bilang: "hey, get alive, man!" Tapi dibalik itu semua, gue sama sekali ga ngetawain dia. mungkin aja dia memang masih cinta. Toh, gue pernah denger ‘cinta tak lekang oleh waktu.' Walau tentu aja untuk orang-orang seperti gue, yang synical, hal-hal seperti ini berada jauh diluar daya nalar. That guy--- years…years…a go ever said to me that he’ll be back to me and he’ll do anything to get me back. (gue) Cinta, gila (ama loe)! Mau ngomong apa lagi gue, kalo ada orang yang berkata seperti itu? Dia cinta ama gue! Titik. Gue ga bisa maksa dia untuk ga cinta, sebagaimana dia ga bisa maksa gue untuk cinta ama dia. it’s just about feeling. |
posted by fire-fly @ Permalink ¤10:21 PM  |
|
|
|
| Sunday, March 06, 2005 |
|
Reasons to Live We have eyes as a window of our heart to look a beautiful butterfly's color, and to see our sweetheart
We have hands to take things to erase tears, and to flattered our lover's hairs
We have mouth to talk to others to kiss the cherry lips, and to say “love” to our soul mate We have sun to light the earth We have moon and stars to bright the night We have flowers to smelled, and We have hearts to filled
Everything has its own place Everything has its own way Everything has its own meaning Everything has its own reason
Including u
You have a big heart to share your care to love me, and to leaved by me
Inspirited by: someone who said he loves me, but never prove it to me. (26/09/01) |
posted by fire-fly @ Permalink ¤9:57 PM  |
|
|
|
|
|
Si Syal Usang atau Si Pakaian Kedodoran?
Apa arti pasangan hidup? Bagaikan sebuah syal usang atau pakaian yang kedodoran? Pertanyaan ini layak diajukan bagi mereka yang sudah membina hubungan jangka panjang, atau bahkan telah menikahi si syal atau pakaian tersebut. Masih ingat bagaimana berdegub kencangnya jantung anda saat bertemu dengannya diawal hubungan? Bagaimana dia telah membuat sekujur tubuh berkeringat dingin. Bagus, kalau anda masih mampu mengingatnya. Itu artinya anda memang pernah benar-benar jatuh cinta padanya. Dan setidaknya memang ada kenangan yang tersisa dalam memori, ditengah kesibukan dan waktu yang sekian lama telah anda lalui bersamanya.
Namun, saat ini si dia bukan lagi si pangeran tampan, setelah sekian waktu, tiba-tiba si pangeran tampan terkena kutukan dan menjelma menjadi kodok buruk rupa. Hal-hal kecil yang dulu tidak kita lihat, saat ini tiba-tiba menjadi jelas didepan mata. Seperti senyum khasnya yang tidak simetris, dulu dapat membuat anda tergila-gila, eh ternyata dia memang punya masalah dengan struktur giginya! Atau kecupan hangatnya didepan pintu saat mengantarkan anda pulang, kini hanya berubah menjadi lambaian sambil lalu. Pandangannya yg dulu berbinar dengan seratus pujian saat anda mengenakan gaun baru, kini mengatakan anda sangat mempesona, hanya dengan lirikan tak lebih dari dua detik! Memandangnya saat ini, cukup membuat kita membelalakkan mata, antara takjub dan tidak percaya, bahwa dia pernah menjadi bagian dari impian kita. Hahaha.. kalau iya, silahkan terus membaca tulisan ini. Ingatkan diri anda, bahwa si pangeran tampan tetap ada dalam dirinya, hanya saja telah terjadi metamorfosis setelah sekian waktu. Siapa sih yang tidak berubah? Well, memang tak dapat dipungkiri segalanya terlihat begitu indah pada awal hubungan, kalau saya mengistilahkan itulah saat “fly to the moon.” Saat ini yang ada adalah mencuatnya bentuk-bentuk impian, keinginan, harapan, dan sepertinya memang dia mampu memberikan seluruh dunia. Dan yang diberikan saat itu memang bagaikan seratus bunga mawar (dan melupakan lebih dari seratus duri pada tangkai-tangkai mawar-mawar tersebut) Namun, memang ada saatnya kita harus “down to the earth” kembali, menghadapi kenyataaan bahwa memang mawar itu banyak durinya! Itu realita. Sedikit membuat anda jadi pesimis ya? Tentu bagi anda yang belum melalui tahap-tahap ini, akan segera berpikir “saya dan dia akan mejadi seperti itu? No way, lebih baik tidak sama sekali” tapi, coba renungkan, setiap bentuk hubungan yang telah atau akan kita lalui, akan memuaskan apabila bertemu dengan kebutuhan dan keinginan. Memang selamanya anda ingin hidup berdua saja dengannya? Jiwa anda juga akan berubah dari si gadis “hura-hura dan yang penting saya senang” menjadi kepribadian yang lebih dewasa, si wanita “bijaksana dan yang penting demi kebahagiaan bersama” di saat itu, yang anda butuhkan bukan lagi si pageran tampan! Metamorfosis yang terjadi padanya, juga terjadi pada anda. Namun, tidak ada salahnya punya impian yang dramatis di awal, manusia memang mampu bertahan karena punya impian dan harapankan.. Tapi juga jangan lupa tidak ada impian atau harapan yang terpenuhi 100% (setengahnya saja sudah patut disyukuri) so, be logic. Hidup memang penuh liku dan misteri, and this is not the perfect world, anyway. Kembali ke pertanyaan semula, si syal usang atau si pakaian kedodoran? Semua itu kembali kepada anda, jadikan dia sebagai apapun dia dalam benak anda, dengan kemampuan beradaptasi menerima segala perubahan. Asal tidak berniat mengganti syal usang dengan membeli yang baru, mungkin anda bisa mencucinya dengan deterjen anti noda, dan sedikit lebih banyak pelembut pakaian. Atau menaikkan sedikit berat tubuh anda, agar si pakaian terasa pas anda kenakan. |
posted by fire-fly @ Permalink ¤9:39 PM  |
|
|
|
|