Gue Bangetz!
I like tulip and butterfly. Chocolate candy makes my life brighter. Want you to treat me like I'm a queen bee.I can be sweet and very infantile.I also can be viciously unkind. Just remember that I can be strong and tender.
Baca Dooong
Archives
Fans Silahkan Isi


Name
Email
URI
Msg
Blog Orang Gila

Narcism

  • Life is not about chances, but choices. And destiny not to be waited, but achieved (Winston Churcil)
  • Well behave women never make history
Image Hosted By
Links
Designed-By

Visit Me Klik It
Credite
15n41n1
 
Monday, February 26, 2007
.:: Ups and Downs ::.


Bahwa hidup itu gak selamanya diatas itu emang bener. ‘Diatas’ maksudnya dalam keadaan senang, bahagia, PW (posisi wuenak), dan semua kata yang barasosiasi ‘top of the world.’ Kadang-kadang dalam hidup juga ada posisi nungging, njengking, pening, ke-swing, miring, asal jangan bunting…iya gak cing?

Gue yang lagi pusing gara-gara posisi ‘floating’ ditambah penyakit yang silih berganti membom-bardir badan gue beberapa minggu ini, udah membuat gue lebih memahami kata ‘diatas’ dan ‘dibawah.’ Walau posisi dibawah dalam beberapa hal juga enak kok, malah kadang-kadang jadi posisi favorit gue. Hehehe.

Omong-omong penyakit, Jakarta kan habis kebajiran heboh, makanya sekarang kota ini juga dalam posisi dibawah karena menjadi tempat favorit buat virus, bakteri dan amuba buat berkembang biak. Kalo akhirnya gue terserang batuk dan influenza, ya gak heran. Selesai membunuh virus-virus ini dengan serangan anti biotik dan expectorant, perut gue kemaren melilit-lilit seperti utang yang melilit pemerintah Indonesia.

Walhasil, semalem dari tengah malem sampe subuh badan gue bocor semua, bocor diatas-bocor dibawah…huek-huek dan crot-crot. Alias gue terserang muntaber! Kalau selama ini gue berprinsip ‘satu-satunya alasan gak masuk kantor adalah kalo gue mati,’ sekarang menjadi ‘dua-duanya alasan gak masuk kantor adalah kalo gue mati atau muntaber!’ Weeeh, ndak lucu kalo lagi ber-macet ria dijalan tau-tau cepirit!

Akhirnya hari ini seharian merem melek di tempat tidur. Molor setengah jam melek lagi karena telfonnya bernguik-nguik memberitakan bahwa harga saham blue chip naik terus dan terus naik sementara gue lagi dalam posisi jual. Muantab! Hidup memang gak selamanya ada diatas, bahwa roda hidup itu terus berputar emang bener 100%. Udah lemes kurang cairan, lemes denger harga yang begitu luar biasa ‘indah’ itu, gak punya pacar pula! Padahal diluar lagi UDIN CAKUNG –UDara dingIN cuaCA menduKUNG—buat mesra-mesraan dibawah selimut. Slurup…

Jadi kalo selama ini gue selalu ngeliat ‘keatas’ supaya selalu punya motivasi, inilah saat yang tepat buat ngeliat ‘kebawah’ – demi menghibur diri bo! Bahwa ada orang-orang yang posisinya dibawah gue yang lagi mendesah keenakan, eh salah…maksud gue yang lebih susah daripada gue, ngebuat gue betah duduk disamping nyokap. Nyokap gue itu paling ahli kalo nyeritain kesusahan hidup, secara gitu lho Ibu-Ibu pan hobi nonton sinetron ‘Derita Pembantu Teraniaya,’’Bidan Penjual Bayi,’’Dendam Istri yang Dimadu,’ yah pokoknya judul-judul sejenis deh yang sekarang lagi jadi tayangan primadona di stasiun TV Indonesia. Hahahaha…gue jadi ketawa karena ternyata sinetron ‘busyeeed’ begitu juga ada manfaatnya, paling enggak buat ngehibur gue yang lagi susah ketawa ini.

Nah, beberapa hari yang lalu gue ketemu dengan seorang konsultan keuangan yang menggunakan teori Quadrant-nya Robert T. Kiyosaki. Menurut dia ini, banyak orang yang terperangkap dalam mengatur keuangan. Waktu usia produktif, orang punya uang tapi gak punya waktu. Saat tua dan pensiun, punya banyak waktu tapi gak punya uang! Ironis. Gue jadi mikir gimana caranya nanti kalo nanti sudah dibawah –tua dan gak produktif lagi— tapi gak dibawah banget gitu lha. Paling enggak masih punya beberapa aset untuk meng-cover biaya kesehatan. Tambah tua maka Tuan Penyakit tambah menganggap badan kita aduhay buat dijadiin sarang tho?

So yeah….that’s life – c’est la vie kata orang prancis. Ada saat diatas, ada saat dibawah. Kalo gak pernah dibawah, saat diatas gak akan berasa nikmatnya tho. Kalo gak pernah diatas, ya berarti nasibmu sial buangetz nak! It means you were born as a clown for everyone else! Hahahahahaha…. Jadi ya semua posisi dinikmati aja lah. Lha wong kalo posisi diatas melulu juga dengkul jadi gemeteran nahan pegel, bukan begitu bukan? Huahuahua. Seperti kata orang bijak bilang, hidup itu menjadi sempurna karena ketidaksempurnaan, yang penting menjalaninya dengan benar (gue lupa orang bijak mana yang bilang begini, mungkin seperti biasa gue ngarang doank).
Life has its ups and downs, sometime the sun shines sometime the rain pours. But don’t forget, it takes both sun and rain to make a rainbow! (yang ini beneran kata orang bijak tapi entah siapa).

Jakarta - February 24, 2007

Tips bagaimana menghadapi hidup yang sedang down mood:

1 Hanging out ama temen , misal mall atau town square jadi elu gak ada waktu sendirian untuk mengasihani diri sendiri. Setelah ngakak-ngakak kaya orang gila, baru pikirin apakah elu beneran down atau udah gila.

2 Telfon orang-orang yang mencintai atau yang punya utang ama elu, mereka akan senang hati atau setidaknya pura-pura betah ngedengerin curhatan lu. Jadi lu ngerasa masih ada orang yang perduli.

3 Kunjungi orang yang sedang terkena musibah dan dengerin curhat mereka, kalau perlu pake acara nangis bareng. Percaya deh, elu akan ngerasa lebih bersukur dengan hidup lu.

4 Kalau ternyata hidup lu lebih menyedihkan daripada hidup mereka, pulang kerumah dan buang semua racun serangga, tali temali, benda tajam, pistol, serta foto mantan pacar yang selingkuh.

5 Kalau elu hidup serumah dengan pasangan lu yang pernah berselingkuh, selain ngebuang semua benda yang ada di #4, juga singkirkan benda berat yang bisa dilempar (contoh: asbak, barbel, tabung gas).

6 Kerjakan aktifitas menyenangkan yang edan-edanan, misal nulis puisi gombal, ngebaca www.17thkeatas.com, nanem umbi-umbian, nyikat kamar mandi, ngegambar hentai (komik Jepang XXX).

7 And last, keep in mind that you only live once, without positive attitude it won’t be fun. Life should be fun, right?!

** Ma' Nyosss**

posted by fire-fly @ Permalink ¤2:46 PM   0 comments
.:: Be Yourself ::.


Semalem nonton sebuah acara wawancara dengan seorang sepuh tokoh komedian Indonesia, H. Komar, yang beberapa tahun terakhir ini malah alih profesi jadi mediator panel diskusi. Waktu ditanya gimana kiatnya bisa “berubah wujud” begitu, beliau bilang “seperti kata Sting (penyanyi gaek Amerika) dalam lagu Englishman in New York ‘be yourself, no matter what they say’.”

If, "Manners maketh man" as someone said
Then he's the hero of the day
It takes a man to suffer ignorance and smile
Be yourself no matter what they say
I'm an alien I'm a legal alien
I'm an Englishman in New York
……

Emang gampang sih ngomong “be yourself,” tapi masalahnya apa iya semua orang udah tau who the real we are? Dan pertanyaan paling penting adalah apa seluruh dunia mau menerima diri kita apa adanya? Contohnya aja gue yang short tempered ini, kalo setiap kali gue marah kemudian ditumpah ruahkan begitu aja, wew, amukan tsunami mungkin kalah tuh. Hell no, it didn’t work that way.

Ngomong-ngomong jati diri, ampe sekarang aja gue masih sering ragu apa gue ini tipe choleric, melancholic, sanguine ato pragmatic. Lebih tepatnya bukan gue yang bingung, tapi orang lain yang sering salah dalam menyimpulkan gue. Dengan semena-mena mereka beranggapan bahwa gue a tough girl with iron heart. Sementara gue sendiri nganggep I’m just an ordinary girl, I can be strong and tender. Jadi kalo selama ini gue bisa nangis tersedu-sedu karena putus ama pacar, dan 15 menit kemudian udah sibuk bikin daftar cowo buat diajak kencan, jangan heran! That’s who I am, gue bisa sedih tapi gak sudi berlama-lama.

Nah, itu gue. Gue yakin juga sering bikin kesalahan dalam menilai orang lain. Temen cewe gue yang selama ini dianggep melankolis abesss pun kadang-kadang bisa berubah jadi very strong. Ibarat transformasi dari Upik Abu (Cinderella yang lagi ngegosok dapur) menjadi Xena, The Warrior Princess.

Bahwa gue biasanya gak mengikuti pameo-pameo lama yang udah ketinggalan zaman, makanya gue sering bikin my own quotes. Contohnya, “Ibarat padi, semakin berisi semakin merunduk” menurut gue, kalo emang ada orang tajir, ganteng, pinter dan plus plus lainnya kenapa mesti merunduk? Jelas-jelas bisa berdiri tegak dengan sombong, kalo merunduk artinya they not be themselves, rite…. Atau gue sering denger kata-kata orang yang sedang terpojok “Yah beginilah gue.” Hell shit! Itu cuma kata-kata dari orang tolol yang emang gak punya niat untuk berubah. Itu bukan perealisasian kata ‘be myself’ tapi ‘be what I want.’ Yang sebenernya mereka katakana adalah “Yah, beginilah mau gue, kalo elu gak bisa terima itu masalah lu!”

***

Sebel ngedenger seorang temen yang selalu ngebela diri dengan kata ‘beginilah gue apa adanya’ gue celutukin aja “Oooh, jadi elu adanya emang keras kepala, belagu dan tolol kan?” Si temen ini langsung diem seribu bahasa monyet dengan tampang marah. Gue colek-colek sambil nanya “lu marah ya?”

Tapi suatu kali gue pernah juga kena batunya. Pacaran dengan cowo yang super sombong. Beratus-ratus kali dia nanya “kok lu mau sih pacaran ama gue? Gue kan cowo gak makan bangku sekolahan, anak orang miskin pula.” Besoknya gue bawain satu bangku kayu, gue bilang “makan nih bangku, pengen jadi rayap kan lu?” Lu pada ngerti kan kenapa tu cowo gue bilang sombong? Ya iyalah, sombong dengan kekurangannya sendiri.

“Lho kan he just being himself, poor educated with no money” kata temen gue.
“Yeah, that’s why I dumped him!” sahut gue ketus.


Di kantor, gue punya 1 tim kecil yang baru aja ditambah 3 orang baru. Salah satunya seorang cewe aliran cadas dengan gaya rambut ala pesawat luar angkasa –pendek menggelembung kiri-kanan dan kereteng gak jelas pula. Nongol dengan kalung dan gelang karet itemnya, ngingetin gue ama pengamen Malioboro di kota Yogya, umurnya masih 20-an. Kalo ngeliat penampilan dan gaya ngomongnya sekarang, sebenernya gue udah hampir putus asa untuk ngajarin dia begaya ala marketer. Untungnya dia bukan tipe orang-orang naïf yang ngomong “Yah, beginilah gue.” So, se-enggak-nya gue bisa liat dia mau berubah, Nah, kalo misalnya orang seperti dia dengan ketus ngomong “I just be myself no matter what you say” gue pasti nyuruh dia cepet-cepet pake baju Superman. Lha kok pake baju Superman? Iye, soalnya die mau gue lempar dari lantai 8 kantor gue. Artinya: minggat dah loe yang jauh!

Jadi setelah sebulan ini, kalung dan gelang itemnya udah ditanggalkan, cincin perak di jempol udah pindah ke jari telunjuk, rambut piring terbang udah dicatok lumayan lurus. Walau kalo gue godain, makhluk ini masih sering berkoar.

“Aaargh, brisik lu! Rese lu!”
“Seribu! Dua kata makian kena denda seribu.” Teriak gue seneng.
“Adoooh, stres neh gue!” katanya sambil nguwel-nguwel rambutnya jadi kribo.
“Goceng! Ngomong kata ‘stres’ denda 5 ribu. Aseeek bisa beli tempe goreng sepuluuuh…!”

Nah, ternyata emang beneran susah nerapin kata “be yourself” yak. Lagipula mungkin gue emang gak tertarik untuk begitu, sebab kalo enggak gue masih aja gue yang dulu. I won’t be better. I am a better person now. Since I know how to keep genuine but wise. I don’t talk bullshit and make my own boundaries. Hmmm…dipikir-pikir lagi ternyata gue emang be myself dengan cara begini, mengakui kalo gue itu jujur, kadang-kadang baik hati, sombong itu pasti. Egois, gue banget! At least gue be myself to myself, hahaha.

Satu cerita sebagai penutup. Seorang teman lagi (gue emang punya banyak temen) yang bahasa inggrisnya amburadul, suatu hari –untuk keseratus kalinya-- minta terjemahin sebuah artikel keuangan. Dengan sebel gue tanya kapan dia akan belajar bahasa inggris, at least bawa kamus deh sebagai usaha. Dan dia mengatakan kata-kata yang buat gue kedengeran seperti Korea Utara sedang bikin rudal buat nge-bom Pyong Yang (Ibu kota Korut), yaitu “Gue emang begini adanya, ga bisa bahasa Inggris.” BOOM!!! Kalo orang bilang ‘menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan’ kalo menurut gue ‘punya otak itu pasti, menggunakan otak itu pilihan!’

Dan manajer gue, Mike, sambil ketawa ngakak cuma komentar satu kata “Kejam!”

“Mbak, elu itu kalo ngomong saenak udel mu dewek.” Kata Maya si Templek.
Lho katanya be myself.” Kata gue ngebela diri.
“Iya, artinya sampeyan itu emang bener-bener setaaaaan!!!”


To be yourself:

  1. Sebelum berkoar-koar berkata ‘ingin menjadi diri sendiri,’ pastikan bahwa lu udah nemuin arti diri yang sebenernya. Karena, kita itu selalu berubah sampai udah nemuin who the real we are.
  2. Jangan jadikan kata ini sebagai alasan kalo lagi kepepet, hanya akan menegaskan bahwa elu adalah orang keras kepala yang gak mau menjadi lebih baik.
  3. kalo emang elu setan ya ga usah belagak jadi malaikat. Gue gak suka ama orang jahat, tapi lebih gak suka sama orang yang belagak baik. Tenang aja setan juga punya temen kok, temennya ya sesama setan!
  4. sebenernya gue gak percaya ama kata “be yourself,” gue lebih suka ama kata “be a better person.”
  5. Didunia nyata lu gak bakalan bisa “be yourself” karena banyak peraturan dan norma yang ngebuat itu gak akan pernah terwujud
  6. Jadi kalo begitu, ngapain ya gue bikin tulisan ini? au ah gelap…gue juga bingung, lha wong bersikap apa adanya dibilang setan, bersikap gak apa adanya dibilang pura-pura. Ya wis terserah deh mau gimana…yang penting perutku kenyang, hatiku riang, tubuhku menggelinjang!

***

posted by fire-fly @ Permalink ¤2:42 PM   0 comments
Tuesday, February 13, 2007
.:: Jakarta Kebanjiran ::.


Jakarta kebanjiran! My metropolitan city kerendem dengan sukses akibat hujan yang ngeguyur gak kira-kira deresnya pada hari Jumat kemarin. Dan gak tanggung-tanggung pula gue kejebak macet selama total 9.5 jam hari itu. Pengalaman pertama –mudah-mudahan yang terakhir-- gue “piknik” tepat dibawah patung Jendral Sudirman. Lha kok piknik tho mbak? Ya iyalaaah…didalem mobil dengan mesin mati, gue sempet makan arem-arem 2 biji plus kuah kacangnya, ngejegrakin ke-dua kaki keatas dashboard mobil, sambil ngepul-ngepulin berbagai jenis rokok menthol (LA Light, Gudang Garem, Lucky Strike) dan ngegelar kartu untuk main poker ama temen gue. Piknik kan itu namanya?!

Suasana piknik itu tambah kerasa saat cowo disamping mobil gue keluar dari mobilnya, diantara deretan beratus-ratus mobil dia pun jeprat-jepret berfoto ria…alaaah maaak! Sambil senyum-senyum pula kearah gue. Walah si Mas berbaju oranye itu macam berasa artis aja, situ Darius Synatria?!

Keringet gue udah rada netes saat jam 9 malem (artinya gw udah nangkring di Sudirman selama 4 jam dengan AC off demi ngirit) mobil gue cuma maju 1 kilo doang. Nambah jadi segede-gede jagung ni keringet, pas liat lampu oranye di speedo gue udah nyala….artinya bensin gue hampir kering kerontang! Hu…hu…hu….mana kebelet pipis. Pake aer pipis ni mobil bisa jalan gak ya, pikir gue udah hampir gila.

Gue denger di radio, tepat didepan Universitas Atmajaya banjir semakin tinggi aja. Padahal gue udah nunggu selama ini cuman buat nyampe disana. Kebayang dong mobil sedan gue yang ceper, kontet, kate, cebol ini bakal kerendem disitu kemudian mogok dengan indahnya. Tau-tau aja ntar udah ngapung kaya e’e di kali Ciliwung atau berubah fungsi jadi kapal selem. Sereeem….. Padahal tadi pagi waktu on the way ke kantor, gue sempet ngetawain sebuah mobil yang knalpotnya disambung dengan selang dan diiket di wiper kaca belakang. Gue pikir yang punya mobil adalah manusia super bego se-antero planet ini, padahal tu orang udah mempersiapkan mobilnya supaya kalo kerendem aer kagak mogok. Jadi ternyata die yang pinter dan gue yang bego!

Mobil-mobil laen yang lebih jangkung dari mobil gue udah ngelindes pembatas jalan Trans Jakarta yang jalurnya emang disediakan oleh polantas untuk diterabas oleh para ‘maceter’ ini. Karena emang udah kaga mungkin banget ngelewatin depan Atmajaya, akhirnya gue berinisiatif buat puter balik ngelawan arah buat nyari pembatas jalan yang rada pendek. Sementara Mike, temen gue yang mobilnya beberapa meter didepan gue tetep nekad ngelawan banjir. Padahal mobilnya sama kontetnya. Go Michael, go Michael….terabas itu banjir dan siap-siap jadi kapal selem!

Akhirnya gue nemuin pembatas jalan yang udah dibongkar supaya mobil-mobil sedan bisa lewat tepat didepan apartemen Da Vinci. Deg-degan takut mobil gue nyangkut, sempet-sempet aja sebuah taksi mau nyalip gue dari kiri. Kena damprat dari gue, oh itu so past.

”Hell you shit, son of the bitch, mother fucker, stupid idiot pathetic moron driver…..in the line!” teriak gue.

Temen gue disamping nyenggol gue sambil bilang “Emang die ngarti?” Hayaaah….

”Udeh, lu turun aje deh, liatin depan mobil gue, kalo nyangkut tengsin-nya neh yang kaga nahan. Taunya besok foto mobil gue nampang jadi headline koran Jakarta!”

Sukses ngelewatin pembatas jalan, nyampe-lah gue di jalur Trans Jakarta dan ngegelundung dengan lancar. Sekarang tinggal cari pom bensin terdekat. Nelfon Mike, ternyata dia berhasil ngelewatin genangan aer yang setinggi dengkul itu. Sambil ngos-ngosan (tegang ato abis orgasme) dia kasih tau pom bensin terdekat di daerah Radio Dalam. Please God, gue bisa nyampe sana. Please God, gue gak ngompol disini. Please God, akhiri penderitaan gue dengan bisa nendang temen disamping gue yang berbody kerempeng-bertampang culun ini sesegera mungkin. Please God, I’m begging you, doa gue dengan khusuk. Heiittt ada bule ganteng lewat pake bicycle pant ketat bersepeda ria. He’s hot!

“Cuiiitt cuiiittt, Hi sexy,” sapa gue sambil ngedip-ngedipin mata. Si bule bengong dan gubrax! kejungkal dari sepeda. Anjriiitttt….gue injek pedal gas dalem-dalem sambil komat kamit “bukan gara-gara gue.” Fiuh.

Isi bensin ampe luber dan pipis di toilet pom bensin, legaaaa…. Terus gue denger di radio, tol yang kearah rumah gue ditutup karena banjir plus evakuasi korban banjir. Oh c’mon God! After so many shit hours trapped? Tapi gue tetep ngotot lewat tol itu (coz it’s the only way to my home). Oh yes, jalan tolnya udah dibuka lagi. Emang ada arus luberan aer se-mata kaki di satu daerah yang berhasil gue lewatin.

Nyampe dirumah, masih dengan emosi menggebu-gebu pengen cerita, eh semua udah pada molor. Hikz, aku adalah anak gembala, eh anak yang terlupakan. But never mind lah, masih untung diakuin anak. Akhirnya nelfon temen gue, Maya A.K.A Pecun Tiga (Me as known as Pecun Satu), semacam nama sandi gitu lho macam di film Kill Bill seperti Black Mamba, whatever lah pokoknya begitu. Pecun 3 cerita kalo temennya nelfon dari lantai dua rumahnya, udah gitu nangkring diatas lemari pula. Lantai satu rumahnya udah kelelep aer setinggi 2 meter. Busyed!

Temen gue si gila Oki A.K.A The Jedi (dari film Starwars) ngasih tau kalo USA ngirim bala bantuan gara-gara Jakarta kebanjiran, berupa aktris-aktris serial Baywatch yang berdada gede itu untuk melakukan CPR. Hayah, gue bilang sebenernya sih buat jadi pelampung. Lha iya…makanya mereka pada sukses berperan jadi penjaga pantai, gak pernah tenggelem walau diterjang ombak 10 meter, pan dadanya sekaligus berfungsi jadi pelampung!

Jadi begitulah cerita gue dan kota Jakarta yang kebanjiran. Untungnya rumah gue aman tentram aja. Sambil nonton TV nih, liat liputan rumah yang cuma keliatan atep dan antena TV doang, mobil hanyut, motor mogok, orang-orang yang naik gerobak dan perahu karet untuk evakuasi, anak-anak kecil yang maen patbur (lompat nyebur), eh ada pula orang yang nangkring diatep rumah cengengesan sambil lambai-lambai kearah kamera TV. Banjir, prihatin apa kesempatan nongol di TV? Ini satu hal yang gue gak pernah ngerti ama orang Indonesia, rumah kelelep kek--mobil nyebur jurang kek--kereta api ambles--kompor mleduk—sengketa tanah atau musibah apapun masih teteeup “sadar kamera.” Seorang bapak yang mungkin terobsesi jadi penyiar TV, diwawancara dengan latar rumahnya yang kelelep beserta seluruh harta bendanya, sambil senyum sumringah bercerita kalo istri dan anak-anaknya sudah dievakuasi ke penampungan. Gosh, they have a very big heart, don’t they?!

Ah ya, tapi ada orang Indonesia yang sama sekali kaga sadar kamera. “Pak Anggota DPR, apa langkah pemerintah untuk mengatasi musibah banjir di Jakarta yang setiap tahun tambah parah ini?” Sunyi, sepi, senyap. Tiba-tiba terdengar suara “ngoorkk…ngooork…zzzzz” ealah…pada tidur di ruang MPR-DPR. Bagoeessss….!

Tips sukses kalo kebanjiran:

  1. Setiap musim hujan, beli bahan makanan seperti mie instant dan bergalon-galon air mineral. Diyakini saat bajir surut, IQ bakal menurun drastis gara-gara kebanyakan makan mie instant.
  2. Kalo nekad pergi kekantor setelah 2 hari 2 malem hujan deras, siapkan didalam mobil:

· Perahu karet, lumayan untuk nyambi ojek perahu buat uang tambahan

· Tempat tidur lipet buat molor kalo macet

· Air dan botol air mineral kosong buat pipis

· Snack dan wine, anggep aja lagi makan malem romantis sambil liat langit malam. Lebih bagus lagi kalo berhasil bikin mabok temen di kursi sebelah

· Lubricant, dildo dan majalah play boy buat coli, daripada bengong

· Tabung oksigen buat nampung kentut

· Baju dan peralatan selam, kalo pengen nyampe di tujuan dengan cara berenang

· Jangan lupa bikin note dan tempel di jidat: Hot girls, please do me CPR. Ugly girls, go a way!

  1. Selalu pantau berita dari TV atau radio untuk dapet info terbaru daerah mana yang gak boleh dilewatin (107.8 FM bagus banget up-date beritanya plus ngasih jalan alternatif untuk dilewatin)
  2. Punya HP cadangan dengan kartu yang berbeda, karena biasanya jalur telekomunikasi beberapa jaringan selular terganggu.
  3. Selalu dandan, dalam kondisi apapun harus terlihat cakep. Pan kata orang dibalik musibah selalu ada hikmah, jadi siapa tau ketemu jodoh pas lagi bermacet ria (tapi jangan kecepetan suit-suitin yang cakep, walau elu nganggep dia hikmah, tapi dia nganggep elu musibah!)

*** ***

posted by fire-fly @ Permalink ¤9:19 AM   0 comments